Masyarakat Harus Paham Cara Memilih
Rabu, 6 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 42 detik.
Masyarakat Harus Paham Cara Memilih
MERANTI - Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Meranti, Yulian Norwis, menghadiri simulasi pemungutan suara Pemilu 2019 di KPU, Jalan Dorak Selatpanjang, Riau. Saat itu juga digelar deklarasi Pemilu Damai oleh Pemda dan semua instansi vertikal.
Simulasi pemungutan suara dilaksanakan di halaman KPU Kepulauan Meranti. Hadir saat itu, Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti Joni Wardi, Kepala BRK Indra, Kasubag TU Kemenag, Sulman, Panwaslu, dan beberapa beberapa kepala dinas, Kabag serta undangan lainnya.
"Kami (Pemda) menyanbut baik apa yang dilakukan KPU (simulasi) hari ini," kata Yulian Norwis.
Ditambahkan Icut, panggilan akrab Yulian Norwis, rangkaian demi rangkaian yang dilaksanakan, termasuk simulasi ini, hendaklah dimaksimalkan hingga hari H. Agar pelaksanaan Pemilu di Meranti bisa berjalan aman, damai, dan sukses.
"Simulasi ini sangat penting, sebab tak semua masyarakat tau. Tak hanya itu, kartu suara juga bermacam-macam dan tidak dilengkapi foto, bagaimana menusuknya, itulah tugas dari pelaksana untuk mensosialisasikannya," ujar Icut.
Icut juga menyarankan agar KPU menghitung betul waktu pelaksanaan. Mengingat banyaknya yang akan dipilih pada Pemilu serentak 2019 ini. "Kondisi Pemilu berbeda, perlu dihitung jam pelaksanaannya. Kami minta KPPS, sebelum pelaksanaan pemungutan suara, jelaskan kepada para masyarakat yang akan melakukan penusukan, agar mereka betul-betul mengerti," pesan Icut.
Di tempat yang sama, Ketua KPU Abu Hamid mengatakan, simulasi ini digelar untuk menunjukkan bagaimana pelaksanaan pemungutan suara di TPS. Mulai dari awal hingga akhir. Tak hanya itu, mereka juga mempraktikkan bagaimana menghadapi beberapa masalah yang bisa terjadi saat pemungutan suara berlangsung.
"Beginilah kira-kira yang akan berlangsung saat pemungutan suara," kata Abu Hamid.
Disampaikannya, saat ini hingga 27 Maret 2019, tahapan pembentukan KPPS. Untuk memberikan Bimtek ke semua KPPS, KPU akan melibatkan PPK. "Bimteknya melalui PPK. Kita tak mungkin menjangkau semua KPPS. Tapi kalau PPK meminta bantuan, kita siap turun," kata Abu Hamid.
Usai simulasi, Agus Suliadi, perwakilan Partai Politik (Demokrat) memberi masukan. Agus meminta KPPS membuka surat suara sebelum menyerahkan ke pemilih. Untuk memastikan surat suara tersebut sudah tercoblos dan tidak rusak. "Simulasi sudah bagus, tapi masukan dari kami, buka lah surat suara sebelum diberikan ke pemilih," kata Agus Suliadi. (humas/001)
Kategori
Topik
Bagikan