Festival Rangsang Island International Abrasi Musik 2018 Untuk Atasi Abrasi.

Kamis, 26 April 2018. Waktu baca 2 menit 55 detik.
image
Festival Rangsang Island International Abrasi Musik 2018 Untuk Atasi Abrasi.

Selatpanjang, Kominfo - Kamis (26/04/18) Penanaman Mangrove Desa Anak Setatah Dusun Demba Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti yang di laksanakan oleh Kelompok Tegas dan Sanggar Batin Galang. Acara ini diiringi dengan festival musik yang bertema Rangsang Island International Abrasi Music 2018. Diikuti dari berbagai sanggar, yang tampil antara lain Sanggar Batin Galang, Abah Reggea, Kantong Plastik, Kepurun Laser Kemmas dan lain-lain.

Turut Menghadiri Camat Rangsang Barat Said Jamhur, Anggota DPRD Ardiansyah, Kadarsiono selaku Ketua Kelompok Tegas, Sopandi Batin Galang, Khaidir selaku Perwakilan Kepala Desa, Guru Sma,Smk,Aliyah Tokoh Masyarakat dan Murid-Murid yang Hadir.

Dalam sambutannya, Camat Rangsang Barat mengajak, "mari kita cegah abrasi ini agar daratan kita tidak habis terkikis oleh gelombang, peranan kita hari ini untuk menyelamatkan pulau dari abrasi". Beliau juga menyampaikan wilayah ini bukan tidak pernah di tanam Mangrove, tapi karena gelombangnya memang kuat maka pohon yang ditanam hanya tumbuh beberapa pohon saja. "Karena hal itu kami mencoba dengan menggunakan gorong-gorong ini agar gelombang tidak lansung menghentam pohon jadi terbendung oleh gorong-gorong ini.Oleh karna itu mari kita jaga pulau ini bersama sama dengan cara menanam Mangrove ini" ujar camat

Sambutan dari Pak Khaidir Selaku Perwakilan Kepala Desa,"Abrasi di Rangsang ini jika tidak kita jaga bukan Rangsang saja yg hancur, bahkan selatpanjangpun akan hancur. Jadi marilah kita semua  masyarakat Meranti, khususnya masyrakat Rangsang Baratbekerja sama  untuk mengatasi abrasi ini"  

"Maka dengan cara Menanam Mangrove ini Abrasi akan terlindungi jadi mari kita sama-sama menjaga Pulau Rangsang ini dari Abrasi agar pantai tetap terjaga" ajaknya

Sambutan dari Ketua Sanggar Batin Galang Sopandi, karena abrasi  semakin hari makin parah di Pulau Rangsang ini maka kami berkolaborasi dengan Tokoh penggiat lingkungan  Pak Kadar Siono dan saya penggiat pariwisata ingin mengkampanyekan kepada Pemerintah Pusat, bahwa abrasi di Pulau Rangsang ini sangat parah sekali dan perlu ditinjau ulang bersama antara Pemerintah Kabupaten, Provinsi dan Pemerintah Pusat. Pulau Rangsang ini dari segala jenis baik kemiskinan, listrik, air bersih dan semua faktor ada di Pulau Ranbgsang ini, bahkan ada Pemerintah pusat memfokuskan Pulau Rangsang ini tepat menjadi fokus utama untuk mengatasi abrasi."Melalui event penanaman Mangrove ini mudah-mudahan pulau Rangsang ini teratasi abrasi" ujar Sopandi

"Kami ingin adek-adek tau bahwa Pulau Rangsang ini adalah Pulau terdepan yang berada di Indonesia. Fokus utama Pemerintah Pusat untuk mengatasi segala macam yang menjadi masalah masyarakat di Pulau Terdepan ini. untuk siswa siswi yang hadir jika nanti mengupload foto ke medsos, membuat #selamatkan pulau rangsang dari abrasi" ajak Sopandi.

Kadar Siono Selaku Ketua Dari Kelompok Tegas menjelaskan sekilas tentang Mangrove. Mangrove itu adalah perpaduan dari dua bahasa yaitu dari bahasa Ingris dan bahasa Portugis, "mangrove" mang itu adalah untuk tumbuhan jenis api-api atau sia-sia atau afesinia itu yang masih dipakai bahasa Daerah timur sedangkan "grove" itu adalah kumpulan. Mangrove itu masih terbagi menjadi dua, yang pertama mangrove sejati sekitar 240 jenis mangrove sejati. Mangrove yang lansung didomisili oleh lumpur contohnya api-api, bakau, lengade dan lain sebagainya. Kedua, Mangrove ikutan ada sekitar 200 lebih, contohnya mengkudu, nibung, mangrove yang jenisnya afesinia atau api-api kerena jenis afesinia itu mempunyai akar nafas atau akar jarum, karna jenis afesinia akar nafas/akar jarum akarnya dari bawah runcing ke atas gunanya untuk menahan lumpur,

"kami gunakan gorong-gorong ini supaya gelombang tidak menghentam lansung ke pohon api-api yang di tanam ini"ujarnya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan Penanaman Mangrove bersama Camat Rangsang Barat, Guru-Guru Sekolah dan Murid yang hadir, total yang di tanam sejumlah 300 pohon jenis api-api, dan di iringi dengan musik dari berbagai sanggar yang hadir. (MC Meranti/AA/fr)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti