Pembangunan Infrastruktur Bangan Melibur Merata
Senin, 25 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 43 detik.
Pembangunan Infrastruktur Bangan Melibur Merata
MERANTI--Kemajuan suatu daerah tidak lepas dari infrastruktur yang dilakukan Pemerintahan Desa (Pemdes). Perubahan itulah yang dirasakan masyarakat Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau saat ini. Mereka sangat senang, karena tiap tahun kampung mereka terus dibangun.
Berdasarkan data, pembangunan infrastruktur Desa Bagan Melibur di tahun 2018 di anggap sukses. Semua pembangunan yang menggunakan dana desa (DD) selesai di kerjakan. Dan, tentunya sesuai ketentuan dan keinginan masyarakat setempat.
Pembangunan tersebut diantaranya: semenisasi jalan ponder dengan volume bangunan 125 m X 3 m dengan anggaran dana sebesar 119,538,750 Rupiah, semenisasi jalan Albarokah dengan volume bangunan 55 m x 2 m dan anggaran 39,589,900, semenisasi Jalan Syafii dengan volume bangunan 120 m x 2 m dengan anggaran 82,491,600.
Selain itu, pada 2018 juga dibangun Jalan Kamaruddin dengan volume bangunan 55 m x 2 m dengan anggaran 39,585,900, semenisasi Jalan ALislah dengan volume bangunan 120 m x 2 m dengan anggaran 88,820,550, sarana prasarana pembangunan gedung 2 (Saroga) dengan volume 25x28 meter persegi dengan anggaran dana 409,206,100 yang digunakan dari Dana Desa.
''Samoga masyarakat bisa melaksanakan aktivitas ber2, karena itu gedung yang dibangun oleh Pemerintah Desa Bagan Melibur dinamai gedung multifungsi. Bisa digunakan untuk bermain futsal, bulu tangkis serta senam bagi ibu- ibu PKK. Bahkan, gedung ini juga bisa digunakan saat melaksanakan pertemuan desa dengan berbagai kegiatan lainnya, '' kata Mantan Kades Bagan Melibur, Drs H Komari.
Komari mengatakan, semua infrastruktur pembangunan sesuai dengan dana yang disalurkan untuk pembangunan desa mereka.
Diakui dia, pembangunan juga hasil dari musyawarah masyarakat desa. Semua titik bangunan yang telah kami lakukan menjadi prioritas bagi masyarakat desa.
''Saya saat menjabat sebagai Kepala Desa tidak akan mengambil kebijakan sendiri mengenai pembangunan desa tanpa adanya musyawarah desa terlebih dahulu. Apa yang menjadi prioritas dan keinginan masyarakat, itu yang kami lakukan, "ujar Komari.
Ketua BPD Desa Bagan Melibur Almizan saat dikonfirmasi awak media mengatakan, selaku BPD sudah menjadi kewajiban bagi mereka mengawasi pembangunan di desa. Bahkan, pembangunan infrastruktur di Desa Bagan Melibur pada tahun 2017/2018 tidak terlepas dari pengawasan kami selaku BPD.
''Saya atas nama BPD merasa bangga dengan Kepala Desa Bagan Melibur yang telah membangun desa secara merata. Tidak ada kecemburuan sosial antarmasyarakat, karena pembangunan desa disamaratakan sesuai dengan keinginan masyarakat,'' pungkasnya. (Humas /013).
Kategori
Topik
Bagikan