Bupati Sebut Pemilu Di Meranti Berjalan Aman dan Damai

Rabu, 8 Mei 2019. Waktu baca 2 menit 6 detik.
image
Bupati Sebut Pemilu Di Meranti Berjalan Aman dan Damai

MERANTI - Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Drs H Irwan MSi menilai pemilu tahun 2019 berjalan aman dan damai. Ia mengklaim pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) kali ini membuat partisipasi pemilih di Kota Sagu sangat tinggi.

 

"Tahun ini pemilu berjalan aman, damai, lancar, jujur, adil, dan transparan. Saya harapkan nanti dari pemilu ini bisa menghasilkan pemimpin yang dikehendaki rakyat,”ujar Bupati Irwan kepada wartawan, belum lama ini.

 

Diakuinya memang dalam pelaksanaan pemilu tahun 2019 terlihat berbeda daripada tahun sebelumnya. Karena memiliki 5 surat suara yang akan dicoblos dan peserta yang mencalonkan diri sangat banyak.

 

"Memang agak menyulitkan saat mau mencoblos, karena masyarakat mau menggelar surat suara yang ukurannya besar agak kesulitan diakibatkan bilik pencoblosannya yang sempit. Tapi dengan pengalaman yang sudah sering melakukan pemilu langsung, pasti tidak akan ada hambatan," aku Bupati.

 

Saat hari pencoblosan tanggal 17 April lalu, Bupati Irwan waktu itu mencoblos di TPS 06 Desa Banglas, Kecamatan Tebingtinggi. Ia melihat masyarakat antusias berdatangan untuk menggunakan hak pilihnya. Menurutnya, partisipasi pemilih pada pemilu tahun 2019 sangat tinggi.

 

Hal ini, kata Bupati Irwan, dibuktikan dengan jumlah pemilih yang telah memadati TPS, meskipun baru saja dibuka.

 

"Jika partisipasi pemilih meningkat, maka menandakan demokrasi di masyarakat semakin membaik. Dengan begitu, semoga kita diberikan pemimpin yang amanah dan mampu membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia lebih baik kedepan," terang dia.

 

Sementara Sekretaris Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kepulauan Meranti, Abdullah sangat bersyukur pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019 telah terlaksana dengan baik. Namun, ia melihat pesta demokrasi kali ini sedikit menimbulkan persoalan yang sebelumnya belum pernah terjadi.

 

Banyak korban dari petugas berguguran saat pelaksanaan pemilu, akibat letih dalam bertugas saat melakukan pemungutan suara. "Untuk itu, perlu ada kajian lebih jauh terhadap pelaksanaan Pemilu serentak, karena memakan banyak korban dari petugas," kata Abdullah.

 

Lebih lanjut, ia mengatakan, pelaksana Pemilu diharapkan benar-benar amanah dalam menjalankan tupoksinya. Sehingga tidak ada yang merasa dirugikan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

 

"Perhitungan suara oleh penyelenggara Pemilu sebaiknya dilakukan transparan, guna menjaga kepercayaan masyarakat. Hal itu, sebagai upaya menjamin tidak terjadinya kecurangan dalam segala bentuknya," ungkap Kasi Budaya di Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti itu.

 

Selain itu, bagi seluruh aparatur keamanan terus berlaku adil dalam menjamin netralitas, sehingga lebih berwibawa dan bermartabat dimata rakyat. Sementara, untuk kontestan yang telah terpilih, hendaknya senantiasa tetap memberikan kesejukan, dan harus mampu menjalankan perannya sebagai  pemimpin.

 

"Laksanakan tugas dan tanggung jawab dengan lebih mengedepankan kepentingan rakyat. Bukan kepentingan pribadi, kelompok dan atau timses. Sehingga kewibawaan pemerintahan di mata rakyat kembali pulih," ujar Abdullah. (humas/005)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti