Ketua Dewan Nilai Program Bea Siswa Bantu Tekan Kemiskinan

Kamis, 15 November 2018. Waktu baca 2 menit 46 detik.
image
Ketua Dewan Nilai Program Bea Siswa Bantu Tekan Kemiskinan
Selatpanjang - Sejak mekar menjadi sebuah kabupaten 2008 silam, tingkat kemiskinan di Kepulauan Meranti sangat tinggi. Berbagai terobosan pun telah dibuat Pemda guna menekan angka kemiskinan itu.
 
Salah satunya dengan memberikan beasiswa kepada putera puteri terbaik untuk dikuliahkan ke berbagai universitas ternama di Indonesia. Kerjasama itu mulai dijalankan sejak tahun 2013 dan tahun 2017. Hingga akhir 2018 ini, tercatat sudah ada 135 lulusan terbaik dengan berbagai disiplin ilmu yang telah mengabdi di Kota Sagu.
 
Salah satu upaya yang dilakukan Pemda untuk menekan angka kemiskinan ini mendapat tanggapan positif dari pihak legislatif. Sebagaimana disampaikan Ketua DPRD H Fauzi Hasan SE, ketika ditemui di kediamannya.
 
Katanya, memasuki usia ke 10 tahun ini, visi misi kepala daerah berjalan on the track. Dimana, sejak dimekarkan tingkat kemiskinan Meranti sangat tinggi berhasil ditekankan. Ini merupakan pembangunan yang sangat positif dalam hal menyiapkan SDM guna menyongsong pembangunan kedepannya.
 
"Pemda telah bekerja keras bagaimana untuk meminimalisirkan kemiskinan di Meranti yang begitu tinggi. Mereka mendahulukan sektor pendidikan dengan mengirim anak-anak Meranti ke berbagai perguruan tinggi ternama," ungkap Ketua DPRD Kepulauan Meranti tersebut.
 
"Salah satu upaya menekan angka kemiskinan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Memasuki usia ke 10 tahun 2018 ini, angka kemiskinan menurun," tambah Fauzi Hasan (15/11/2018)
 
Namun, meski sudah memiliki ratusan SDM siap pakai, ditambah banyaknya anak Meranti telah selesai kuliah, memang tak begitu terlihat. Sebab, saat ini yang diblow up adalah pembangunan fisik yang berupa infrastruktur jalan dan bangunan lainnya.
 
"Meski tak terlihat, tapi kita sudah miliki banyak SDM siap pakai guna menyongsong pembangunan kedepannya," kata Fauzi Hasan lagi sambil mengatakan dewan juga konsisten membantu biaya pendidikan sesuai aturan dalam setiap pengesahan APBD.
 
Dari data Disdikbud Kepulauan Meranti, dalam dua tahun anggaran 2013 dan 2017, Pemkab Kepulauan Meranti telah mengirim 135 putra putri terbaik untuk menimba ilmu di berbagai perguruan tinggi. Rata-rata lulusan ini telah kembali dan mengabdi didaerah.
 
Kabid Pembinaan dan Ketenagaan Disdikbud Kepulauan Meranti, Syafrizal merincikan pada tahun anggaran 2013, Pemda Meranti menjalin kerjasama dengan 5 perguruan tinggi (enam jurusan) di Indonesia. Diantaranya, Universitas Riau (Unri), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Politeknik Negeri Bandung (Polban), dan Batam Tourism Polytechnic (BTP).
 
Di Unri, Pemda Meranti mengirim 35 orang untuk menimba ilmu di Jurusan Akuntansi (24 orang - Diploma III) dan 10 orang Jurusan S1 PAUD. Mahasiswa DIII Akuntansi angkatan 2013 ini telah lulus tahun 2015 yang lalu. Sedangkan mahasiswa SI PAUD baru selesai tahun 2017. Di PAUD budget sharing dengan Pemerintah Provinsi. 10 orang diantaranya biaya dari Pemda Meranti.
 
Lalu, di tahun yang sama (2013 red) juga dikirim putra putri terbaik ke beberapa universitas di luar Riau, yakni IPB, UGM, dan Polban. 25 orang DIII Pertanian IPB, 27 orang DIII Manajemen Akuntansi UGM, dan 29 orang DIII Teknik Sipil Polban. Mereka telah lulus tahun 2016 yang lalu. Terkendala anggaran, di tahun 2014 hingg 2016, program kerjasama Pemda dengan berbagai universitas dihentikan sementara.
 
Baru tahun 2017 dilanjutkan dengan mengirim 20 orang ke BTP. Mereka kuliah DI jurusan Room Division dan telah selesai pada tahun 2018.
 
Dalam beberapa kesempatan, Bupati Drs H Irwan MSi mengatakan, awal Kepulauan Meranti mekar menjadi sebuah Kabupaten, jumla SDM sangat minim. Sementara, Pemda banyak membangun dan dibutuhkan perencana, pelaksana, dan pengawas.
 
Kondisi itu, tambah Bupati Irwan, tak akan mungkin dibiarkan terus berlangsung. Sebab, selaku Kabupaten termuda di Riau dengan tingkat kemiskinan tertinggi harus mengejar ketertinggalan pembangunan.
 
Akhirnya, hingga 2018, sudah ada sebanyak 135 SDM siap pakai dan telah pula mengaplikasikan keilmuannya di beberapa OPD. (MC Meranti/Humas/Na)
 
 
 
 
 

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti