Koperasi Hang Tuah Ajak Pengusaha Kumpulkan Repu
Rabu, 27 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 34 detik.
Koperasi Hang Tuah Ajak Pengusaha Kumpulkan Repu
MERANTI - Koperasi Hang Tuah Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Seminar Ekonomi Kerakyatan di Aula Coffee Tiam, Kamis (21/3). Seminar ini diikuti oleh para pengusaha, pelaku UMKM, dan pelaku koperasi.
"Saya ingin menyampaikan apreasiasi kepada para pelaku usaha yang pernah jatuh bangun tidak pernah menyerah dan terus mencoba karena usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil,” ungkap dr Misri Hasanto, Pemimpin Koperasi Hang Tuah.
Seminar ini dibuka oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Said Asmaruddin. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, katanya, menyambut baik kegiatan Seminar Ekonomi Kerakyatan tersebut.
Menurutnya, dalam kegiatan ini banyak ilmu yang bisa didapatkan dari para pelaku usaha. Yang kemudian bisa diterapkan dalam menjalankan usaha mereka.
"Sehingga ekonomi kita ke depannya bisa berkembang dengan baik," ujarnya.
Said berharap, para peserta dapat mengikuti seminar tersebut dengan baik. Sehingga waktu yang digunakan tidak sia-sia.
"Silakan bertanya sebanyak-banyaknya kepada Bapak Zahirman Zahir selaku narasumber," katanya lagi.
Koperasi Hang Tuah Kembangkan Usaha Pengelolaan Repu
Koperasi Hang Tuah kini sedang menggerakkan usaha pengelolaan repu di Meranti. Pemimpin Koperasi Hang Tuah, dr Misri Hasanto, mengajak para peserta seminar untuk ikut menggeluti usaha itu. Yakni dengan cara mengumpulkan repu sebanyak 30 ton per bulannya.
"Nantinya repu ini akan kami kirim ke satu pengusaha di pulau Jawa. Ia akan memproses repu itu menjadi pakan sapi," jelasnya.
Repu merupakan limbah hasil pengolahan sagu. Selama ini, repu diketahui sebagai penyumbang pencemaran lingkungan. Padahal, jika diolah kembali, repu dapat berguna sebagai pakan sapi.
"Repu yang ditawarkan ke peserta seminar itu senilai Rp 200 per kilogramnya. Itu untuk repu dengan kadar air 15 persen," tuturnya.
Narasumber Seminar, Zahirman Zahir, menyebutkan bahwa Meranti biasa digunakan sebagai jalur lintas perdagangan. Kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha.
"Meranti identik dengan sagu. Orang dari Meranti pasti membawa oleh-oleh berupa mie sagu ataupun kerupuk sagu, bahkan tepung sagu. Sekarang, kita ketahui, bahwa repu juga bisa menghasilkan uang dan ini harus kita manfaatkan," jelasnya. (humas/020)
Kategori
Topik
Bagikan