Tabligh Akbar, Deklarasi Gerakan Anti Hoax
Selasa, 20 Maret 2018. Waktu baca 2 menit 39 detik.
Tabligh Akbar, Deklarasi Gerakan Anti Hoax
Selatpanjang, KOMINFO - Tabligh Akbar yang di adakan di halaman Mesjid Ar-Rahmah Desa Banglas, Selatpanjang tadi malam sangat ramai didatangi masyarakat, untuk mendengar tausyiah oleh KH Fuad Saiful dari Jakarta. Dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati berserta seluruh jajaran, Kabinda Riau, Ketua DPRD, Kapolda riau, Kapolres meranti, Ketua LAM Riau, Ketua MUI, Tokoh agama, Seluruh Khalifah Se-kecamatan kepulauan meranti dan Masyarakat setempat, Selasa malam (20/03/2018).
Bupati mengucapkan Selamat datang ditanah jantan kepada Al ustad dan Kapolda riau berserta rombongan, silaturahmi dalam rangka untuk mengajak kita bersama-sama mendeklarasikan gerakan anti hoax, Irwan mengatakan kehadiran mereka kesempatan yang langka dan jarang terjadi, jadi mari bersama-sama kita dengar apa yang di katakan dari mereka tentang Hoax.
Sekapur sirih dari bupati, hoax atau berita adalah sebuah perbuatan melalui media sosial, melalui handphone, memberitakan hal-hal yang tidak benar, yang bersifat fitnah, mengadu domba yang bisa memecah belah dan menyebabkan hal-hal tidak baik ditengah-tengah masyarakat. “Dengan adanya Tabligh Akbar, Tausyiah kali ini mudah-mudahan bisa membangkit semangat untuk berbuat baik”, Ungkapnya.
Dalam pidatonya Irjen Pol Drs H. Nandang MH pula, mengingatkan ke kita bahwa media sosial sering dimanfaatkan untuk memancing isu-isu dan menebarkan kebencian, tetapi bukan berarti media sosial harus di jauhi atau di hindari. “Gunakan media sosial sebagai kebaikan bukan untuk memecah belah umat”, singkatnya. Selain dari sisi agama menimbulkan dosa juga berdampak hukum kepada penyebar hoax.
Mendengarkan sedingin setawar yang disampaikan oleh bapak H. Ridwan Ketua Umum Kerapatan Majlis Adat Kepulauan Meranti, Hoax atau Kazib adalah berita bohong kita mungkin sudah paham sesuatu yang berbuat dusta itu dosa, masyarakat ingin aman dan nyaman. Kalau sudah hidup nyaman dan aman tidak ada gangguan susah dalam kehidupan sehari-hari menerima azab. Kata Ridwan,” untuk mengikis penyakit masyarakat, kita harus kuat kan iman bersihkan hati luruskan niat biar melangkah tidak tergegat”.
Informasi dari langit?, sering kita dengar dulunya bahwa informasi atau memberi tahukan didalam tubuh kita ada dua macam didalam diri manusia yaitu ada buruk dan ada baik, Tausyiah penyejuk hati dari KH. Fuad Saiful.
Allah berfirman, Fa Alhamaha fujuroha wa taqwaha, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Fuad menjelaskan Allah telah mengilhamkan kepada seluruh manusia ada bibit didalam tubuh kita ini, ada bibit untuk berbuat jahat dan ada bibit untuk berbuat baik. Tergantung kita mana yang mau dihidup suburkan dalam tubuh kita, kalau dihidup suburkan keburukan maka akan jadi buruk, dan kalau dihidup suburkan kebaikan maka akan jadi baik. “Jika ingin berbuat baik belajar lah dari contoh dari nabi kita Muhammad SAW, karena tidak pernah bohong”, Ucapnya.
Setiap gerakan-gerakan pasti ada pemimpinnya, pemimpin Hoax, untuk menghindarnya perlu ditingkatkan dalam 3 hal.
- Yang pertama tingkatkan aqidah, keimanan kita.
- Yang kedua tingkatkan ibadah, sholat kita.
- Yang ketiga tingkatkan akhlaktul karimah yaitu akhlak kita.
Berharap situasi akan tetap kondusif dan masyarakat tidak mudah kalah dengan isu hoax, Kegiatan ini merupakan bentuk antisipasi supaya isu hoax tidak semakin berkembang di masyarakat, mari bersama sama kita melawan berita hoax, karena dalam agama hoax juga suatu perbuatan dosa dan akan menimbulkan fitnah, ucapnya lagi.
Akhir acara tabligh akbar, Kapolda Riau dan lainnya melaksanakan Deklarasi Anti Hoax yang di ucapkan bersama-sama dan melakukan penandatanganan Deklarasi Anti Hoax. (MC MERANTI/sf/fr).
Kategori
Topik
Bagikan