Minimalisir Penderita, Srikandi TB PKM Alah Air Lakukan Pendampingan

Selasa, 12 Maret 2019. Waktu baca 2 menit 1 detik.
image
Minimalisir Penderita, Srikandi TB PKM Alah Air Lakukan Pendampingan

MERANTI - Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Alahair yang membawahi tujuh wilayah terus berkomitmen membebaskan wilayahnya dari penyakit tuberculosis (TB).

Kepala PKM Alahair, dr Sista Nirmala mengatakan, penyakit ini dapat menyerang siapa saja baik tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, maupun orang kaya. Menurut dia, TB bukan penyakit keturunan dan kutukan. TB dapat menurun apabila seseorang terkena dahak penderita TB yang mengandung kuman TB.

Dalam rangka membebaskan TB di wilayahnya, PKM Alahair membentuk dan melatih para kader yang dinamakan Srikandi TB.Srikandi TB merupakan kader-kader perwakilan dari masing-masing desa atau kelurahan di wilayah kerja PKM Alahair yang telah dilakukan pembinaan dan pelatihan tentang TB. Kader ini bertugas sebagai duta di masyarakat dalam penjaringan suspect TB dengan memberikan sosialisasi tentang TB.

"Selain memberikan sosialisasi, para Srikandi TB juga mengajak dan mensupport masyarakat yang memiliki ciri-ciri ke arah suspect TB, seperti batuk lebih dari 2 minggu, batuk berdarah, nafsu makan menurun, dan demam disertai keringat pada malam hari," kata Kepala PKM Alahair, dr Sista Nirmala, Senin (11/3/2019).

Dan, indikator keberhasilan pemberantasan TB, salah satunya terletak pada kader yang dilatih untuk menemukan terduga TB hingga diobati sampai sembuh.

"Jika ada yang merasa gejala penyakit TB, maka bisa langsung melaporkan ke Srikandi TB. Nanti kader akan menyediakan tempat dahak dan akan diperiksa apakah positif TB atau tidak. Para kader kita akan mendampingi suspect TB hingga benar-benar sembuh," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, Srikandi TB merupakan suatu inovatif dari PKM Alahair dalam pencapaian program TB yang merupakan salah satu indikator SPM (Standar Pelayanan Minimal).

"Kalau kader TB di tempat lain ada. Cuma kami yang menamai kader TB kami dengan nama Srikandi TB agar lebih semangat lagi dengan konsep yang berbeda, dimana salah satunya dengan atribut rompi yang dipakai," kata Nirmala.

Berdasarkan data, kasus TB di PKM Alahair meningkat drastis. Jika pada tahun 2017 lalu ada 51 kasus dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 67 kasus.

Adapun tujuh wilayah yang menjadi wilayah kerja PKM Alahair adalah Kelurahan Selatpanjang Barat, Selatpanjang Selatan, Desa Alah Air, Alah Air Timur, Desa Banglas, Banglas Barat dan Desa Sesap.

Komisi C DPRD Kepulauan Meranti yang membidangi kesehatan dan pendidikan sangat mengapresiasi dan mendukung yang dilakukan KPM Alahair demi menekan angka berkembangnya TB. Bahkan, Ketua Komisi C DPRD Kepulauan Meranti, Basiran SE MM mengatakan apa yang dilakukan KPM Alahair dengan memberdayakan para kader. Menurutnya, ini merupakan langkah awal yang bagus dalam penanggulangan TB.

"Ini langkah awal yang bagus dalam mengantisipasi penularan TB. Karena penyebaran TB sangat cepat dan hanya lewat udara," ujarnya.(Humas/002)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti