Beras Sagu Mulai Disorot Pihak Rumah Sakit

Senin, 11 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 35 detik.
image
Beras Sagu Mulai Disorot Pihak Rumah Sakit

MERANTI – Walaupun belum diproduksi secara massal, beras analog sagu sudah mulai diminati beberapa Rumah Sakit (RS). Karena dianggap lebih sehat dibandingkan beras yang berasal dari padi.

 

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DisperindagkopUKM) Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Mohammad Aza Fahroni mengaku beberapa rumah sakit telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Industri Kecil Menegah (IKM) Sagu Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur.

 

"Memang kita belum produksi secara massal, tapi sudah ada beberapa pihak RS di Pekanbaru yang mau menjadi buyer tetap Sentra IKM Sagu kita nantinya. Bahkan kabar yang saya terima, Managemen Setra IKM Sagu kita sudah melakukan MoU dengan mereka," ungkapnya.

 

Sebelumnya ia mengatakan, target DisperindagkopUKM Meranti beras analog sagu diproduksi secara massal akhir 2019 mendatang.

 

"Kami menargetkan akhir 2019 ini sudah beroprasi. Dan semua produk unggulan akan diproduksi secara massal, terutama beras analog berbahan dasar sagu ini," tambahnya.

 

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan, Fahri mengaku ikut mendukung upaya tersebut. Menurutnya yang dikutip dari catatan Federasi Diabetes Internasional tahun 2015 menyebutkan bahwa penduduk yang Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) mencapai 29 juta orang.

 

Menurutnya, TGT merupakan fase transisi antara gula darah normal dan kecenderungan berubah kearah diabetes.  Bila hal ini tidak dilakukan tindakan preventif (pencegahan) maka jumlah penduduk yang terkena diabetes banyak sekali.  

 

"Seperti kita tahu, bahwa diabetes merupakan induk segala penyakit yang dapat merambah merusak organ-organ tubuh yang lain secara diam-diam.  Cepat atau lambat, bila diabetes ini tidak dikendalikan maka organ lain akan terganggu," ungkapnya.

 

Dalam mengatasi hal itu, sebagai upaya pengenalan konsumsi beras sagu menjadi suatu keharusan untuk selalu menjaga kesehatan secara preventif. Mengingat kondisi saat ini dengan meningkatnya pangan beras, disisi lain diiringi dengan peningkatan jumlah penderita diabetes.

 

"Seperti kita ketahui, Meranti lumbungnya sagu dengan skala nasional dan internasional. Secara klinis dan empiris pun, beras sagu telah memberi bukti yang nyata memberikan dampak kesehatan jika dikonsumsi secara massal, "jelasnya. (humas/003)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti