Sekda Ingatkan Remaja Agar Tak Terpengaruh Narkoba
Senin, 1 April 2019. Waktu baca 2 menit.
Sekda Ingatkan Remaja Agar Tak Terpengaruh Narkoba
MERANTI - Pengguna Narkoba saat ini bukan lagi dikalangan dewasa, dimana sekarang para remaja yang sudah banyak menjadi korban. Untuk itu Sekda Kepulauan Meranti H Yulian Norwis SE MM mengingatkan agar para remaja tidak terpengaruh dengan narkoba.
"Kita harus harus sering melihat tingkah laku anak-anak kita di rumah. Apakah ada gejala-gejala yang mencurigakan terhadap mereka," ujar Yulian saat menghadiri Penyuluhan Tentang Bahaya Serta Pemberantasan Peredaran Narkoba di Tingkat Pelajar, bertempat di Sekolah Kasih Maetreya (SKM), Minggu (31/3/2019) siang.
Yulian juga meminta kepada seluruh anak- anak remaja agar jangan mau dibujuk rayu untuk menggunakan narkoba dan katakan tidak pada narkoba.
"Lebih baik kita mengukir prestasi untuk membanggakan orangtua. Untuk orangtua sekali lagi saya tegaskan untuk supaya memantau anak-anak di rumah ataupun guru-guru di sekolah agar memberikan kegiatan hal-hal yang sangat positif seperti memberikan kegiatan keagamaan dan lainnya," ingatnya.
Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek SH MH, menjelaskan bahwa pada zaman dahulu Narkoba ini adalah salah satu cara lawan untuk meracuni sebuah kelompok pasukan dan pada zaman sekarang narkoba ini untuk menghancurkan generasi masa depan.
"Narkoba ini ibaratnya virus yang aktif. Narkoba tidak mengenal usia dan bentuk narkoba itu bukan saja seperti serbuk untuk narkoba sekarang berbentuk permen dan dalam bentuk makanan lainnya juga bisa," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, mewakili BNN Provinsi Riau Alpian ALimuddin, SE MSi, dalam pemaparannya menjelaskan penggunaan obat-obatan berbahaya saat ini mulai disalah artikan. Beberapa jenis zat yang mampu merangsang syaraf pusat, justru sering dipakai secara sembarangan tanpa resep yang tepat.
"Efek halusinasi dan juga ketenangan yang diberikan obat tersebut disalahgunakan sebagai zat untuk menghilangkan depresi dan juga kesedihan. Jenis zat yang mampu memberikan efek halusinasi dan gangguan berpikir penggunanya dikenal dengan nama psikotropika. Obat tersebut bukanlah sejenis narkoba, namun efeknya juga bisa menyebabkan kecanduan yang berakhir dengan kematian," ujarnya.
Alfian juga menjelaskan, Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain narkoba istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Aat Adiktif.
"Untuk cara mengantisipasi atau menghindari anak dari bahaya Narkoba berikut ini 10 tips bagi para orang tua yakni, jalin komunikasi sejak dini soal bahaya narkoba, fokus pada hal positif, mencontohkan kebiasaan yang baik, terapkan peraturan di rumah, ciptakan keharmonisan keluarga, hadapi masalah dengan cepat, bangun ikatan emosional, berikan contoh kasus yang nyata, kenali pergaulan anak-anak dan tanamkan nilai-nilai agama sejak dini," jelasnya. (humas/004)
Kategori
Topik
Bagikan