Pembentukan BUMDes Hendaknya Mengacu Pada Potensi Desa
Rabu, 28 November 2018. Waktu baca 2 menit 37 detik.
Pembentukan BUMDes Hendaknya Mengacu Pada Potensi Desa
Selatpanjang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti, Riau mendorong seluruh desa di Meranti memaksimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Keberadaan BUMDes diyakini akan menjadi upaya yang sangat baik untuk memajukan perekonomian masyarakat desa.
"BUMDes yang didirikan hendaknya dibentuk dengan mengacu pada potensi maupun produk unggulan di desa. Sehingga, saat mendirikan BUMDes akan mudah dan bisa langsung memiliki jenis usahanya," kata Sekretaris Komisi I DPRD Kepulauan Meranti, Pauzi SE, Rabu (28/11/2018).
Menurutnya, keberadaan Dana Desa (DD) yang dikucurkan kepada desa di Kabupaten Kepulauan Meranti melalui dana transfer dari APBN diharap memberikan dampak pada kemandirian desa dan masyarakat.
"Harus berdampaklah. Salah satunya dengan memaksimalkan pendirian BUMDes sebagai salah satu unit usaha desa yang dikelola dan diperuntukkan bagi masyarakatnya," imbuh Pauzi.
Apalagi, perusahaan milik desa merupakan program perioritas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT). Sehingga, keberadaan BUMDes harus bisa dijadikan media untuk kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa.
"Kami sebagai wakil rakyat hanya mendorong bagaimana desa memiliki BUMDes, sebagai usaha milik desa yang dikelola oleh warganya,” sambung Pauzi.
Dia meminta kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) agar terus memberikan pembinaan, pemberdayaan dan mengaji setiap potensi yang ada.
"Itu memang menjadi perhatian pemerintah, dengan harapan bisa membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar," katanya.
Pihaknya menyarankan agar BUMDes betul-betul melibatkan warga sekitar. Sehingga, cita-cita UU Desa untuk menjadikan desa mandiri bisa tercapai.
"Kami berharap semua desa di Kepulauan Meranti bisa memiliki BUMDes. Soal actionnya tentu saja tergantung kepada desa," tukas Pauzi.
Sebelumnya, Sekretaris DPMD Kepulauan Meranti, H Edi M Nur menjelaskan, saat ini belum semua desa di Meranti memiliki BUMDes, atau yang sudah ada pun belum berjalan dengan maksimal. Dari 96 desa ditambah 2 desa persiapan, baru sebanyak 41 desa yang sudah membentuk BUMDes.
"Ini yang perlu diperhatikan betul. Kades yang berpikir bagaimana meningkatkan perekonomian masyarakatnya," kata Edi M Nur.
Dirincikannya, 41 desa yang sudah terbentuk BUMDes, yakni di Kecamatan Tebingtinggi, Banglas Lestari Desa Banglas, Agro Lestari Desa Banglas Barat, Alah Air Mandiri Jaya Desa Alah Air, Mekar Jaya Desa Alah Air Timur, dan Rumbia Lestari Desa Sesap. Kecamatan Tebingtinggi Barat, Desa Alai, Desa Mekong, Desa Batang Malas, Desa Tenan, dan Desa Kundur.
Di Kecamatan Tebingtinggi Timur, Tohor Bestari Desa Sungai Tohor, Tuah Sendanu Desa Nipah Sendanu, Sinar Sejahtera Desa Tanjung Sari, Bersua Lestari Desa Tanjung Gadai, Gewang Finansial Desa Teluk Buntal, Lukun Sejahtera Desa Lukun, Cahaya Lestari Desa Sungai Tohor Barat, Darul Ikhsan Makmur Desa Sendanu Darul Ikhsan, dan Cahaya Abadi Desa Batin Suir.
Selanjutnya di Kecamatan Rangsang, Bunga Tanjung Desa Topang, Arta Niaga Desa Teluk Samak, Anugerah Ilahi Desa Gayung Kiri, dan BUMDes Tebun Desa Tebun.
Kecamatan Tebingtinggi Barat, Arta Lestari Desa Anak Setatah, BUMDes Berkah Desa Telaga Baru, Karya Bersama Desa Melai, Bokor Mandiri Desa Bokor, Lemang Jaya Desa Lemang, dan Usaha Jaya Desa Bina Maju. Kecamatan Rangsang Pesisir, yakni Desa Tanah Merah, Desa Tanjung Kedabu, Desa Beting, Desa Telesung dan Desa Tenggayun Raya.
Kemudian di Kecamatan Pulau Merbau, Setia Jaya Desa Semukut, Setia Mekar Desa Baran Melintang, Maju Serentak Desa Tanjung Bunga, dan Sumber Makmur Desa Padang Kamal. Kecamatan Tasik Putripuyu diantaranya Desa Bandul, Desa Kudap, dan Desa Mengkirau. "Kita akan terus mendorong seluruh Kades bisa membentuk Bumdes," ujarnya.(MC Meranti/Humas/Na)
Kategori
Topik
Bagikan