Tiap Tahun Kasus DBD Menurun
Selasa, 29 Januari 2019. Waktu baca 1 menit 34 detik.
Tiap Tahun Kasus DBD Menurun
MERANTI – Setiap tahunnya, jumlah penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau terus menurun. Ini menjadi bukti keberhasilan Pemerintah dalam menghambat penyebaran penyakit yang dapat membunuh manusia itu.
Pada tahun 2019 ini, baru sebanyak 1 kasus DBD. Pada tahun 2018 lalu 24 kasus DBD.
Angka tersebur tampak turun jika dibandingkan dari tahun 2017, yakni, terjadi 58 kasus. Sementara 2016 tercatat sebanyak 183 kasus. Dan angka tertinggi jatuh pada tahun 2015 lalu berjumlah 310 kasus DBD.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan, Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Muhammad Fakhri, Selasa (16/1/19) siang mengatakan dari data tahun sebelumnya, penyebaran DBD dapat diminimalisir dengan baik. Sehingga Meranti tidak perlu lagi ditingkatkan status penanganannya menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Kita pernah dinyatakan KLB. Tapi sudah lama. Saat itu angka penderita sangat banyak dan memakan korban jiwa,” katanya.
Agar jumlah penderita DBD Tahun ini bisa terus menurun, masyarakat diminta waspada. Pasalnya saat ini sedang terjadi pancaroba atau peralihan antara musim hujan ke musim kemarau.
“Kita sudah menggandeng perangkat Desa dan Kelurahan serta seluruh petugas kesehatan untuk memerangi DBD. Agar angka masyarakat terjangkit DBD bisa terus menurun setiap tahunnya.
"Tahun ini kita sudah ada yang terjangkit satu orang. Kita tidak mau bertambah lagi. Apalagi sampai merenggut korban jiwa," katanya.
Menurutnya melalui seluruh petugas kesehatan dan diseluruh daerah dan perangkat Desa/Kelurahan bisa membantu memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat Meranti bagaimana mencegah terjadinya DBD dilingkungan masing-masing. Tentunya dengan menjaga lingkungan bersih.
"Saat pancaroba ini yang paling penting bagaimana kita bisa membunuh jentik nyamuk akibat genangan air. Sebab genangan air sangat banyak disekitar lingkungan pada musim peralihan ini," katanya.
Nantinya, ia menginginkan supaya masyarakat bisa menjadi Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Agar pencegahan DBD bisa dilakukan secara massal.
"Target kita satu KK ada satu orang Jumantik. Agar minimal ia bisa mencegah penyebaran DBD dengan menghambat perkembangbiakan nyamuk dilingkungan rumah masing-masing," katanya. (humas/003)
Kategori
Topik
Bagikan