RE Meranti Capai 80,86 Persen
Selasa, 19 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 56 detik.
RE Meranti Capai 80,86 Persen
MERANTI – Rasio Elektrifikasi (RE) di Kepulauan Meranti terus meningkat. Saat ini sudah mencapai 80,86 persen.
Angka itu terus ditingkatkan seiring dengan terpenuhinya jangkauan tansmisi anergi listrik ke seluruh Desa yang semula belum menikmati keberadaan listrik.
Seperti dibeberkan Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Manusia Afifuddin. Dijelaskannya angka tersebut jauh meningkat dari waktu sebelumnya. Seperti 2017 lalu RE Meranti baru 77 persen saja.
"Naik dari tahun lalu, sekarang RE kita telah 80,86 persen. Untuk itu kami terus meningkatkannya dengan terus mencari cara untuk menambah transmisi di desa dan permukiman yang belum merasakan listrik," ucapnya.
Walaupun belum bisa setara dengan pencapaian RE 100 di Kota Pekanbaru, Kampar, Dumai, dan Bengkalis. Ia mengaku bangga dengan Kepulauan Meranti yang baru saja mekar sudah bisa melampaui Kabupaten Pelalawan yakni 52,89 persen, dan Indragiri Hilir (Inhil) 60,88 persen.
Terpisah, Manager PT PLN (Persero) Rayon Selatpanjang Jannatul Firdaus membenarkan hal tersebut. Menurutnya kenaikan RE tersebut terjadi oleh rampungnya jalur transimisi energi listrik di Selat Akar, Darul takzim, Mengkikip dan Tanjung Samak. "Saat ini mereka sudah bisa menikmati listrik 24 jam nyala," ungkapnya.
Meski begitu, ia mengakui masih terdapat sebuah Desa yang sudah ada jaringan listrik. Namun belum tersambung kerumah-rumah. Hal itu mempengaruhi RE di Meranti secara keseluruhan.
Disebutkannya saat ini, ada sekitar 30 Desa yang belum menikmati listrik selama 24 jam. Dengan adanya listrik Desa, RE 100 persen diharapkannya bisa tercapai secepatnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Meranti, Yulian Norwis menjelaskan, sejalan dengan UU 23 tahun 2014, menyatakan wewenangan listrik desa berada sepenuhnya kepada Pemerintah Provinsi Riau.
Untuk itu ia sangat berharap peran besar dari Pemprov Riau agar bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah pusat.
"Ia kita tetap meminta peran yang besar terhadap Pemerintah provinsi dalam menggesa pembangunan transmisi jaringan listrik yang terintegrasi di desa. Namun disamping itu kita juga tidak tinggal diam, dan terus mencati celah lain ke berbagai lini," katanya.
Terhadap konsistensi Pemda Kabupaten Kepulauan Meranti dalam peningkatan RE, Pejabat yang akrab disapa Icut itu memaparkan bahwa kontribusi yang dilakukan Pemkab sudah berjalan sejak Meranti dimekarkan menjadi sebuah Kabupaten.
Menurutnya selain LTSHE, Program Listrik Desa (Lisdes) melalui penyediaan mesin genset, hingga beroperasinya PLTMG Bagan Melibur merupakan terobosan Pemda Kabupaten Kepulauan Meranti dengan memanfaatkan energi alternatif bagi penyediaan listrik murah untuk rakyat.
"Pengoperasian PLTMG tidak saja meningkatkan dan memperluas jaringan PLN, tetapi menunjukkan sinergis kerjasama antara Pemda dengan PLN, "ujarnya. (humas/003)
Kategori
Topik
Bagikan