Krupuk Sagu Jadi Jajanan Spesial Rumah Makan

Senin, 11 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 49 detik.
image
Krupuk Sagu Jadi Jajanan Spesial Rumah Makan

MERANTI - Indonesia adalah gudangnya kerupuk, karena hampir tiap daerah memiliki varian kerupuk khas tersendiri. Termasuk di Meranti. Daerah ini memiliki kerpuk sagu. Dimana bahan dasar kerupuk ini adalah dari tepung sagu.

 

Walaupun belum setenar kerupuk-kerupuk dari daerah lain seperti kerupuk gendar (Jawa Tengah), kerupuk lada (Jawa Barat), kerupuk udang (Cirebon), kerupuk krecek (Yogyakarta), dan kerupuk kemplang (Palembang), namun berpotensi menjadi pesaing baru.

 

Saat ini produksi kerupuk masih dilakukan sekolompok warga saja secara turun-temurun. Pengenalannya pun masih didalam wilayah Kabupaten termuda di Provini Riau itu saja.

 

Untuk mendongkrak pupularitas jajanan khas Meranti itu, dalam tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, Riau akan memproduksi secara massal jajanan tersebut. Produksi secara besar-besaran akan dilakukan melalui Sentra Industri Kecil Menegah (IKM) Sagu Sungai Tohor.

 

Seperti yang diakui Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, (Disperindagkop-UKM) Meranti, Mohamamad Aza Fahroni.

 

"Iya, ini harus kita kembangkan agar bisa melampaui popularitas kerupuk khas daerah lain. Tentu dari upaya itu akan berpengaruh dan berdampak baik terhadap pelaku usaha terkait," katanya.

 

Disebutkannya dalam tahun 2019 ini sudah bisa diproduksi secara massal. Untuk tahap awal target pasar kerupuk sagu dapat menjadi jajanan favorit di setiap warung makan di Kota Selatpanjang.

 

"Jika harga perkampit (goni) tepung sagu mahal, maka kita akan mencari cara lain. Agar dengan menekan biaya produksi, membuat harga kerupuk itu bisa dijual dengan harga yang merakyat. Dengan begitu para pedagang rumah makan memiki kesempatan untuk menjajakan kerupuk itu. Sehingga menjadi jajanan sampingan atau pelengkap mereka saat makan, "ungkapnya.

 

Sebelum ini, Bidang Perindustrian Disperindagkop-UKM Meranti mengatakan produk tersebut belum memiliki tempat disetiap rumah makan. Hal itu setelah ia berupaya menawarkan produk tersebut di beberapa warung makanan di Kota Selatpanjang.

 

"Mereka masih keberatan jika krupuk sagu itu diletakkan dirumah makan. Harganya tinggi, sehingga belum bisa memenuhi keuntungan yang mereka inginkan," ujar Miftah, PNS yang bertugas di Bidang Perindustrian.

 

Untuk itu, saat ini pihaknya sedang mencari jalan keluar untuk menekan biaya produksi.

 

"Bentuk kemasan, berat packing, hingga penentuan harga persatuan. Akan kita susun dan cari polanya. Minimal hal itu dapat menjadi jalan  itu sebagai jalan dalam menekan harga produksi sehingga harga jual yang diharapkan pedagang bisa teratasi," ujarnya. (humas/003)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti