Pelayanan dan Kesehatan Masyarakat Meranti Terjamin
Minggu, 5 Mei 2019. Waktu baca 4 menit 42 detik.
Pelayanan dan Kesehatan Masyarakat Meranti Terjamin
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, Provinsi Riau sangat konsen terhadap kesehatan masyarakatnya. Maka tak heran, jika sektor kesehatan terus dimaksimalkan. Keseriusan semakin terlihat dengan gencarnya perbaikan sejumlah gedung Puskesmas yang disertai peningkatan statusnya dengan standar yang baik dan terakreditasi.
Setiap tahun, Pemkab Meranti mengalokasikan anggaran cukup besar untuk bidang kesehatan. Baik itu untuk pembangunan, perbaikan dan penyediaan fasilitas-fasilitas kesehatan yang sangat representatif seperti Puskesmas yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat.
Dana pembangunan Puskesmas ini menggunakan APBD Kepulauan Meranti dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Tidak tanggung tanggung dana pembangunan dan rehabilitasi seluruh Puskesmas yang ada di beberapa kecamatan yang dibangun rentang 2014 - 2018 mencapai Rp19,151 511 000 miliar.
Selain Puskemas, Pemkab Kepulauan Meranti juga membangun fasilitas kesehatan di pedesaan. Rentang tahun 2015 - 2016 sudah 15 unit Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang telah dibangun. Sementara penambahan SDM tenaga medis, baik itu dokter maupun perawat juga terus dilakukan.
Puskemas yang dibangun berdiri layaknya rumah sakit. Tidak begitu megah, namun tergolong lengkap. Selain ruang rawat inap, ruang bersalin, juga terdapat apotek dengan tenaga perawat bidang dan dokter umum. Masing-masing Puskesmas juga lengkap dengan rumah dinas.
Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir mengatakan pembangunan fasilitas kesehatan seperti Puskemas ini merupakan satu dari sekian pembangunan infrastruktur yang diprioritaskan.
"Fasilitas kesehatan dibangun agar pelayanan kesehatan semakin baik serta masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat. Kesehatan masyarakat pun menjadi terjamin," kata Irwan.
Dia juga berharap pelayanan di sektor kesehatan semakin hari harus semakin baik. Apalagi dari laporan yang diterima, kunjungan masyarakat untuk berobat di Puskesmas cukup tinggi.
"Kita semua harus punya tekad untuk terus memperbaiki layanan kesehatan. Inilah sebenarnya tugas dan fungsi kita bagi masyarakat," ujarnya.
Adapun rincian pembangunan Puskesmas di setiap kecamatan itu antara lain penambahan gedung untuk Ruang Puskesmas Alai yang bersumber dari dana DAK tahun 2018 sebesar Rp 2.396.145.000 miliar, rehab gedung Puskesmas Alahair yang bersumber dari APBD 2018 sebesar Rp 3.357.893.000 miliar, penambahan gedung untuk ruang Puskesmas Tanjung Samak yang bersumber dari dana DAK Informasi tahun 2017 sebesar Rp 5.897.473.000,00 miliar, pembangunan Puskesmas Anak Setatah yang bersumber dari APBD tahun 2016 sebesar Rp 2.900.000.000,00 miliar, dan pembangunan Puskesmas Sungai Tohor yang menggunakan APBD 2014 sebesar Rp 2.900.000.000 miliar serta penyelesaian pembangunan Puskesmas Sungai Tohor yang menggunakan APBD 2016 sebesar Rp1.700.000.000 miliar.
Tahun 2019 ini, Pemkab Kepulauan Meranti kembali akan membangun Puskesmas rawat inap di Kecamatan Rangsang Pesisir. Lokasinya berada di Desa Kedabu Rapat.
"Insha Allah, tahun depan kita akan kembali membangun Puskemas rawat inap di Kedabu Rapat, anggaran sudah disiapkan sebesar Rp8,5 miliar," kata Bupati.
Tidak hanya fasilitas kesehatan saja. Pemkab Meranti melalui Dinas Kesehatan juga mendaftarkan warga miskin dan tidak mampu yang menjadi peserta Jamkesda ke BPJS. Adapun total premi yang dibayarkan berjumlah Rp 4, 729 miliar untuk 246.000 jiwa yang ditanggung oleh Pemkab Kepulauan Meranti. Dan, data tersebut juga membuktikan bahwa Pemkab Kepulauan Meranti merupakan satu-satunya kabupaten di Riau yang paling banyak menanggung BPJS untuk masyarakatnya.
"Dari kabupaten/kota yang ada, Pemkab Kepulauan Meranti paling banyak menanggung BPJS. Dari data yang kami terima, yakni dari 259.948 ribu orang, sebanyak 246 ribu sudah ditanggung. Artinya 95 persen yang sudah kita tanggung. Karena kepedulian itu, kita akan diberikan penghargaan kesehatan standar WHO. Ini semua kita lakukan untuk masyarakat Meranti," ungkap Irwan.
Selain itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti kini menjadi lebih lengkap dengan berbagai peralatan medis setelah mendapat bantuan alat CT Scan juga alat rontgen general DR X Ray, Histerectomi set, Laparotomi set dan instrument lainnya. Jumlah keseluruhan dari bantuan instrumen kesehatan yang diresmikan itu sebesar Rp10 miliar. Bantuan tersebut merupakan bantuan dari dana Aspirasi Pemerintah Provinsi Riau melalui DPRD Provinsi Riau.
Alat CT Scan ini merupakan yang pertama di Kepulauan Meranti. Hal ini menguntungkan bagi masyarakat, mengingat banyak masyarakat Kepulauan Meranti saat ini melakukan rujukan ke rumah sakit di Pekanbaru untuk melakukan CT Scan. Sehingga menghabiskan uang yang tidak sedikit pula.
"Apa yang kita lakukan hari ini adalah perwujudan Visi dan Misi Kabupaten Meranti. Secara singkat saya simpulkan bagaimana membuat masyarakat Meranti itu badannya sehat, otaknya pintar, duitnya banyak, iman dan takwanya terus meningkat," ungkap Irwan. Dia berharap dengan bertambahnya fasilitas, kesehatan masyarakat juga semakin meningkat di Kabupaten Meranti.
Tahun 2019 ini, Pemkab Kepulauan Meranti juga kembali mendatangkan dokter spesialis yang akan ditempatkan di RSUD Meranti. Pemkab Kepulauan Meranti akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk diberikan jatah dokter spesialis melalui program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS), sesuai peraturan Presiden No. 4 Tahun 2017 Tentang Wajib Kerja Dokter Spesialis.
"Saya akan segera berkoordinasi dengan Kemenkes untuk tambahan dokter spesialis, agar jaminan kesehatan masyakat kita tetap terjaga," kata Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir.
Keberadaan dokter spesialis juga sangat diperlukan agar kedepannya masyarakat Kepulauan Meranti yang memerlukan tindakan kesehatan akut, seperti bedah dan lainnya, tidak perlu ke Ibukota Provinsi Riau atau ke Provinsi Kepulauan Riau. Pasalnya, RSUD Kepulauan Meranti sudah ada pelayanan dokter spesialis dan alat- alat kesehatan yang canggih.
"Saat ini tempat berobat kita di RSUD sudah bagus, dimana RSUD kita sudah dilengkapi dengan peralatan canggih. Apalagi nanti akan ditambah dengan dokter spesialis. Kalau dulu banyak masyarakat kita yang berobat ke Balai. Nanti, warga Balai yang akan berobat ke Meranti. Jadi, masyarakat Meranti tidak perlu jauh-jauh ke Pekanbaru atau Batam atau tempat lainnya untuk penanganan penyakit," ungkap Irwan.
Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Fauzi Hasan SE, mengapresiasi keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan yang dilakukan Pemkab Kepulauan Meranti. Menurutnya, ini suatu program yang merealisasikan keinginan seluruh masyarakat Kepulauan Meranti.
"Kita membangun harus untuk kepentingan umum, bukan kepentingan kita pribadi. Jadi, menurut saya pembangunan di bidang kesehatan ini sudah sangat baik. Memang saat ini sudah banyak kemajuan Kepulauan Meranti bahkan prestasi di sejumlah bidang telah melampaui pencapaian daerah lain. Tetapi kita masih harus tetap fokus dan bersinergi untuk bisa membangun dan berbuat lebih baik lagi kedepannya dalam upaya menyejahterakan masyarakat," kata Fauzi Hasan. (humas/018)
Kategori
Topik
Bagikan