DLH Andalkan Bank Sampah

Senin, 25 Februari 2019. Waktu baca 2 menit 17 detik.
image
DLH Andalkan Bank Sampah

MERANTI--Meski dilema dalam menentukan kebijakan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Meranti, Riau tetap tidak menyerah. Keberadaan bank sampah yang masif, dinilai menjadi salah satu alternatif jangka panjang yang bisa dilakukan dalam menuntaskan segala persoalan yang di daerah ini.

"Dengan kondisi lahan TPA kita sudah over kapasitas, proses pembakaran untuk mengurangi volume sampah tak bisa lagi di lakukan sejak adanya protes warga, maka bank sampah menjadi solusinya," terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Meranti, Hendra Putra, Selasa (19/02/2019).

Menurut Hendra, dengan tidak diperbolehkannya melakukan proses pembakaran, DLH hingga sejauh ini belum menemukan kebijakan terbaik dalam mengurang volume sampah di TPA Gogok. Sementara volume produksi sampah yang mencapai 67 ton per harinya, membuat TPA menggunung dan menimbulkan bau busuk.

"Dalam mengelola tumpukan sampah di TPA, kita tidak memiliki alat berat sendiri. Sedangkan untuk proses relokasi masih terbentur legalitas lahan," tambah Hendra.

Untuk jangka panjang, kata Hendra,  pembentukan bank sampah menjadi sokusi yang tepat. Proses recycle tersebut selain mampu menyaring sampah yang masih bisa dimanfaatkan, juga mampu meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal masih-masing.

"Kita berharap kedepan tak hanya di desa dan kelurahan saja, keberadaan bank sampah bisa sampai ke lingkungan terkecil, yakni RW dan RT," tutur Hendra.

Hal senada juga disampaikan Camat Tebingtinggi, Helfandi. Dia mengaku terus berupaya memaksimalkan keberadaan bank sampah yang sudah terbentuk.

"Saat ini di Kecamatan Tebingtinggi ada dua bank sampah. Bank sampah non organik di Kelurahan Selatpanjang Barat dan bank sampah organik di kelurahan Selatpanjang timur", terang Helfandi.

Sejak beroperasinya kedua bank sampah itu, sampah yang dihasilkan dari lingkungan sekitar sudah bisa didaur ulang. Tidak hanya mengurangi volume, proses ini juga menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat yang menabung di bank sampah.

Sisi lain, keberadaan bank sampah organik yang fokus mengolah sampah menjadi kompos, juga memberikan manfaat bagi warga dalam mendapatkan pupuk secara gratis untuk kebutuhan pertanian dan  tanaman hias.

"Kita menargetkan ke depan seluruh kelurahan dan desa di Kecamatan Tebingtinggi bisa memiliki bank sampah," terang pria yang akrab disapa Iin tersebut.

Menurut dia, dua bank sampah percontohan saat ini telah terbentuk. Bahkan, keduanya sudah memperlihatkan hasilnya. Pola itu juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Tidak hanya dari pemerintah daerah, tapi juga dari pihak swasta. Hal tersebut dibuktikan dengan bantuan kendaraan pengangkut sampah, serta bantuan mesin pencacah plastik dan mesin pengolahan pupuk organik CSR dari PT. EMP Malacca Strait.

"Dengan adanya bantuan tersebut kita berharap kinerja petugas kedua bank sampah percontohan kedepan bisa semakin maksimal dalam mengajak masyarakat untuk mendaur ulang kembali sampah-sampah yang ada. Jika hal tersebut bisa dilakukan diseluruh desa dan kelurahan, tentu akan mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA," pungkas Helfandi. (Humas/006)


Keterangan foto :

Kepala DLH Kepulauan Meranti didampingi Camat Tebingtinggi dan perwakilan PT. EMP Malacca Strait saat mininjau tanaman milik bank sampah di Kelurahan Selatpanjang Selatan.

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti