Hasil Vaname 5,4 Ton Setahun, Belum Mampu Penuhi Pasar

Jumat, 22 Februari 2019. Waktu baca 1 menit 48 detik.
image
Hasil Vaname 5,4 Ton Setahun, Belum Mampu Penuhi Pasar

MERANTI - Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau, fokus pada peningkatan budidaya udang Vaname. Hal itu mengingat keberadaan tambak udang di daerah tesebut belum mampu memenuhi besarnya kebutuhan dan permintaan pasar.  

 

"Hanya satu tambak udang yang ada di Kabupaten Kepuluan Meranti. Tepatnya di Desa Banglas. Hasil panen sebesar 1,8 ton per empat bulan, tidak bisa mengakomodir permintaan pasar," ungkap Kabid Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ishak.

 

Menurutnya dengan minimnya peralatan, terlebih dengan total lahan tidak lebih dari 90x90 meter, serta mahalnya harga pakan, hingga sulitnya mendapatkan benih menjadi penyebab terhambatnya peningkatan hasil produksi panen.

 

Untuk mengurai masalah tersebut, Ishak membeberkan pada 2020 mendatang pihaknya akan merupaya menggaet bantuan dari Pemerintah Pusat. Dengan berupaya mendapatkan mesin pengolahan pakan mandiri melalui program Kementerian Kelautan dan Perikanan.

 

"Soalnya sejauh ini mereka memasok pakan dari Pekanbaru dan Medan. Harga pakan setiap sak sangat tinggi akibat biaya pengiriman. Seperti di Pekanbaru harganya Rp 350 ribu, dan setelah ditambah biaya pengiriman mencapai Rp 470 ribu. Jika kita ada mesin pengelolahan, kelompok bisa mendapatkan harga yang relatif murah," ujarnya.

 

Selain itu, Ishak mengaku akan berupaya maksimal dalam meningkatkan kemampuan Hatchery yang ada di Desa Gogok Darusalam. Salah satu upayanya mempersiapkan peralatan pendukung persedian benih udang jenis vaname.

 

"Jika itu sudah ada, nanti tidak perlu lagi memasok benih dari luar daerah. Kita jual dengan harga yang relatif murah. Makanya kita berupaya akan kembali mengajukan penambahan terhadap kekurangan pada balai pembibitan ikan desa gogok tersebut," katanya.

 

Ketua Komisi II DPRD Kepuluan Meranti, Darwin Susandi, mendukung penuh atas rencana dan langkah yang akan dilakukan oleh Pemkab Meranti.

 

Menurutnya dengan besarnya jumlah permintaan pasar, kini saatnya para nelayan beralih pada pola budi daya. Menurutnya bisnis tersebut sangat menjanjikan ketimbang mengambil resiko untuk melaut.

 

"Itu jenis udang mahal. Saya rasa, itu suatu trobosan yang bagus. Terlebih permintaan pasar sangat menjanjikan. Dengan adanya dorongan dari Dinas Perikanan bisa menjadi contoh yang baik terhadap nelayan agar bisa beralih ke budi daya," ucapnya.

 

Berlatar belakang sebagai pengusaha, Darwin juga menghimbau dinas terkait untuk mempercepat tambahan pembangunan Hatchery. Menurutnya keberadaan balai benih tersebut sangat dinantikan oleh kelompok budi daya dalam mendapatkan benih dengan harga yang terjangkau. (humas/003)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti