Pinang Miliki Nilai Ekonomis Tinggi
Selasa, 5 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 24 detik.
Pinang Miliki Nilai Ekonomis Tinggi
MERANTI - Selain sagu, karet dan kelapa, berkebun pinang menjadi andalan sejumlah petani di Desa Mengkirau, Kecamatan Tasik Putripuyu, Kepulauan Meranti, Riau saat ini. Tanaman yang bisa dibilang cukup mudah untuk dirawat ini ternyata memiliki nilai ekonomis tinggi.
"Sebenarnya pinang sudah sangat familiar dikenal oleh masyarakat. Potensi budidayanya sangat menjanjikan," ungkap Ahmad, salah seorang warga.
Menurutnya, budidaya pinang tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Bahkan, resiko gagal panen pun sangat kecil. Maka tak heran jika budidaya pinang secara intensif banyak dilirik.
Untuk pinang kering belah maupun basah dijual dengan harga yang berbeda. Harga pinang kering dijual dengan harga yang lebih mahal dibandingkan pinang basah.
"Di Mengkirau, harga pinang kering belah saat ini Rp.10 ribu per kilogram," ujarnya.
Kebanyakan orang, menanam pinang hanya sebagai batas kebun. Dan, tidak tertutup juga untuk ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman hias.
"Harga jual buah pinang kering justru lebih mahal daripada karet, yang perkilonya saat ini hanya Rp.6 ribu," jelas dia.
Sementara itu, Pj Kepala Desa Mengkirau, Zainal mengatakan, sumber ekonomi masyarakat Desa Mengkirau rata-rata adalah berkebun, baik itu sagu, karet, kelapa maupun pinang.
"Semula, di Desa Mengkirau pinang bukan untuk usaha, melainkan ditanam di pinggir jalan sebagai penahan tanah jangan longsor. Seiring berjalannya waktu, buah pinang bernilai ekonomis tinggi, sehingga banyak dilirik oleh para petani," ujar Zainal.
Diakuinya, sejauh ini petani di Desa Mengkirau memang belum ada yang penen buah pinang dengan skala besar. Pengolahannya pun masih secara manual, yakni dibelah lalu dijemur kemudian dikupas.
"Kita juga pernah mengusulkan untuk penyediaan bibit pinang pada dinas terkait, namun belum direalisasi. Rencananya, bibit pinang tersebut bisa kita tanam di pinggir jalan. Selain untuk menahan tanah dari longsor, juga penghijauan, masyarakat juga bisa menikmati hasilnya," jelas dia.(Humas/008)
Kategori
Topik
Bagikan