Terasi Baran, Olahan Hasil Laut Bernilai Ekonomis
Sabtu, 2 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 31 detik.
Terasi Baran, Olahan Hasil Laut Bernilai Ekonomis
Selatpanjang - Terasi olahan masyarakat Desa Baran Melintang Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau berhasil menembus pasar Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Usaha rumahan yang kini serius dilakoni lewat Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Puteri Panglima itu memberi nilai ekonomis bagi masyarakat.
Kepala Desa Baran Melintang, Penti Kurniawan, Sabtu (2/3/2019), mengatakan meski olahan udang pepai menjadi terasi di desanya masih dilakukan secara manual, namun jumlah produksi sudah mencapai puluhan ribu keping setiap bulannya.
"Terasi atau biasa warga disini menyebutnya dengan belacan itu terbuat dari udang pepai asli. Produk terasi ini menambah pendapatan keluarga khususnya di Desa Baran Melintang ini," ujarnya.
Dijelaskan Penti, saat ini produk olahan yang diberi nama 'Terasi Baran' itu masih butuh sentuhan pemerintah untuk upaya pengembangan.
"Kita berharap kedepan pengolahan terasi diolah secara modern dengan mesin giling dan open pengering. Hal itu agar dapat menambah produksi terasi dan memenuhi permintaan pasar," harap Penti.
Menurutnya setiap satu musim atau dikenal dengan istilah sekali air yang kurang dari satu bulan, Bumdes bisa memproduksi 6000 hingga 7000 keping. Jumlah itu belum termasuk terasi buatan masyarakat lainnya.
"Untuk satu kepingnya dijual dengan harga Rp 2000. Pemasarannya di kota Selatpanjang, serta pasar berikutnya di wilayah Pekanbaru Provinsi Riau dan Kepri," ungkap Kades Baran Melintang itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DisperindagKop UKM) Kepulauan Meranti, Azza Fahroni mengaku sangat mendukung penuh upaya peningkatan perekonomian yang dilakukan oleh masyarakat desa di Pulau Merbau itu.
"Usulan telah kita siapkan untuk dimasukkan ke Musrenbang Kabupaten nantinya. Upaya yang dilakukan oleh masyarakat Desa Baran Melintang ini sungguh luar biasa dan harus kita dukung," kata Azza.
Diakui Kepala Disperindag Meranti ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dan meminta segera membentuk kelompok.
"Status kelompoknya ini kita belum jelas, namun sudah koordinasi dan dalam waktu dekat kita juga akan meninjau langsung ke lapangan," (MC Meranti/Humas/Na)
Kategori
Topik
Bagikan