Meranti Sangat Potensial Untuk Budidaya Kakap Putih
Selasa, 8 Januari 2019. Waktu baca 1 menit 10 detik.
Meranti Sangat Potensial Untuk Budidaya Kakap Putih
MERANTI - Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau dinilai sangat potensial untuk pengembangan budidaya hasil laut, terutama jenis ikan kakap putih. Selain digemari oleh pasar lokal, ikan yang dikembangkan di Kerambah Jaring Apung (KJA) itu juga diminati oleh pasar luar daerah.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan dan Kelautan Kepulauan Meranti, Sugiati mengatakan dengan luasan laut yang dimiliki dan penggunaan KJA dirasa mampu mendongkrak perekonomian masyarakat nelayan.
"Budidaya dengan kerambah ini lebih menguntungkan para nelayan dibanding harus melaut untuk menangkap ikan," kata Sugiati.
Sejak lima tahun belakangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti mulai menggalakkan program budidaya melalui keramba jaring apung.
Hal ini ini dinilai lebih efektif dan mendapatkan nilai ekonomi yang lebih baik jika dibandingkan harus menangkap ikan di laut.
Untuk mendorong minat masyarakat, Pemkab Kepulauan Meranti sejak lima tahun terakhir sudah menebar 84 unit KJA dengan 333 kantong dan dikelola oleh kurang lebih 260 nelayan.
"Mereka ini adalah nelayan tangkap yang beralih profesi menjadi pembudidaya. Jika ditotalkan, sekitar 23 ton kakap putih yang dipanen tiap minggu" katanya.
Menurutnya, untuk menjalankan bisnis budidaya ikan di Kabupaten Kepulauan Meranti sangatlah mudah. Terlebih untuk pasokan pakan seperti ikan rucah cukup melimpah dan murah.
"Kandungan proteinnya sangat tinggi dibandingkan dengan pelet yang cukup mahal," ujar Sugiati.
Untuk market atau pasar, menurutnya sangat menjanjikan. Setiap kilo-nya bisa dijual dengan harga Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu.
"Itu harga lokal, jika dijual atau ditolak di pasar luar daerah akan lebih mahal," ungkapnya.(Humas/003).
Kategori
Topik
Bagikan