UMKM Di Meranti Jangan Jadi Penonton Saja
Sabtu, 6 April 2019. Waktu baca 2 menit 8 detik.
UMKM Di Meranti Jangan Jadi Penonton Saja
MERANTI - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenkopUKM) RI membantu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kepulauan Meranti lebih dikenal dimata perdagangan internasional. Upaya ini dilakukan, karena geografis Meranti yang berpulau berada tepat didepan negara tetangga yakni, Malaysia dan Singapura.
Langkah ini diberikan khusus bagi Kawasan Lokasi Prioritas (Lokpri) daerah perbatasan oleh Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) RI. Sehingga UMKM Meranti bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada masa mendatang.
"Kita diminta BNPP untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat perbatasan. Salah satunya dengan memberikan pelatihan untuk meningkatkan mutu produk yang ada di Meranti," ujar Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkop-UKM RI, Khalif Mujtahid, Selasa (2/4/2019) lalu.
Daerah perbatasan secara tidak langsung, menurut Khalif, tentang perdagangan antar Negara. Jadi harus terus tumbuh untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Disitu Kementerian akan memberikan pusat pelatihan kepada UMKM milik masyarakat perbatasan.
"Jadi kita tidak menjadi penonton saja. Mereka nantinya dapat memanfaatkan jalur perdagangan itu untuk pengembangan daerah, khususnya di kecamatan perbatasan yang ada di Kepulauan Meranti. Khususnya bagi lokasi prioritas daerah perbatasan yang sudah ditentukan BNNP," terang dia.
Mereka optimis dan akan memprioritaskan dan memfasilitasi bagaimana meningkatkan mutu dan kualitas usaha UMKM Meranti. Dari mutu yang sudah meningkat, maka produk tersebut layak dijual ke Luar Negeri, khususnya Malaysia dan Singapura.
"Intinya seperti itu sebenarnya. Tapi kalau untuk kemasan produk belum ya, kalau bisa dinas terkait disini bisa mengusulkan ke Kementerian," harap Khalif.
Jika memang ada anggarannya tahun depan, diakui Khalif, Kementerian akan membantu Kepulauan Meranti untuk melakukan pembinaan peningkatan kualitas sumber daya manusia Koperasi dan kemasan UMKM.
"Step by step lah. Karena anggaran kita juga terbatas. Kebetulan ada beberapa Kabupaten/Kota yang sudah dilakukan seperti itu. Jadi kita akan lakukan persiapan sebelum dunia perdagangan itu berjalan jauh," ucapnya.
Sementara Sekda Kepulauan Meranti, Yulian Norwis SE MM meminta Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM (DisdagprinkopUKM) Kepulauan Meranti untuk menginventarisir semua Koperasi dan UMKM di Meranti, khusus yang berada di daerah perbatasan. Sampai sejauh mana perkembangannya.
"Apa saja yang harus kita kembangkan. Ini yang sangat penting dan jangan dibiarkan," pinta Yulian Norwis.
Selain itu, soal akses untuk pendistribusian produk UMKM perlu dimaksimalkan. Karena jika jalur akses tidak maksimal, otomatis produk yang akan diperdagangkan bakalan tidak dapat diekspor keluar daerah dengan baik.
"Kondisi Meranti ini berpulau-pulau. Dengan begitu membuat pendistribusian dan 7 jadi hambatan buat kita. Makanya kita berupaya agar akses untuk jalur distribusi bisa lancar. Melalui 7 nanti bagaimana bisa bersinergi antara akses perhubungan darat dan laut. Supaya semua produk yang dihasilkan oleh UMKM kita bisa sampai ke tempat tujuan," jelas Sekda Kepulauan Meranti itu. (humas/005)
Kategori
Topik
Bagikan