Terlambat Mengobati Diare, Meninggal Dunia

Selasa, 19 Februari 2019. Waktu baca 1 menit 19 detik.
image
Terlambat Mengobati Diare, Meninggal Dunia

Selatpanjang - Resiko terjangkit Diare tidak bisa diabaikan. Jika terlambat dalam menanganinya bisa menyebabkan meninggal dunia.

Seperti yang ditegaskan Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti, Riau, Muhammad Fakhri saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (19/2/2019). Ia mengatakan Diare disebabkan bakhteri kolera.

“Diare sangat berpotensi menyebabkan kematian. Karena disebabkan tubuh mengalami kondisi dehidrasi berat,” ungkapnya.

Disebutkannya tahun 2018 lalu jumlah kasus Diare di Kabupaten termuda di Provinsi Riau itu terjadi sebanyak 4.598 kasus. Jumlah terbanyak terjadi diwilayah Ibukota Selatpanjang.

“Jika dalam tiga kali Buang Air Besar (BAB) yang keluar hanya cairan saja, maka bisa dipastikan hal itu adalah Diare. Jika terjadi, segera ke pusat layanan kesehatan yang ada wilayah masing-masing,” imbaunya.

Untuk pencegahan pertama masyarakat yang terjangkit bisa meminum oralit dan minum putih sebanyak-banyaknya. Sehingga kadar dehidrasi bisa berkurang.

“Jika ada anggota keluarga yang mengalami Diare, agar dapat ditangani dengan cepat. Karena jika terlambat saja bisa meninggal dalam waktu cepat,” ingatnya lagi.

Sekretaris Dinas Kesehatan, Asrul Meldi mengatakan bahwa institusinya secara rutin dan setiap waktu memberikan penyuluhan kesehatan kepada seluruh masyarakat. Tertama saat menghadapi pasien yang mengeluhkan penyakit tersebut.

“Selain itu kita juga melakukan observasi jika diwilayah tertentu mengidap penyakit Diare secara massal,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Pemerintahan setempat seperti Kepala Desa dan Lurah juga akan dilibatkan dalam mengajak masyarakat membersihkan lingkungan sekitar. Karena lingkungan kotor dan tidak sehat menjadi penyebab utama berkembangnya bakhteri kolera.

“Kita terus mengajak kepada Pemerintahan ditingkat Desa/Kelurahan agar terus menggelorakan gotong royong ditengah masyarakat. Sehingga lingkungan bersih dan terbebas dari penyakit,” ajaknya. (MC Meranti/Humas/Na)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti