Tarik Minat Wisatawan Mancanegara, Disparpora Siap Kemas Perang Air

Selasa, 11 Desember 2018. Waktu baca 2 menit 28 detik.
image
Tarik Minat Wisatawan Mancanegara, Disparpora Siap Kemas Perang Air

Selatpanjang - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau berhasil membawa iven tahunan Festival Perang Air (Cian Cui) menembus Pemenang I kategori wisata kreatif terpopuler se-Indonesia.

Penghargaan anugerah Pesona Award yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata RI itu bersifat independen dengan menggelar kampanye dan voting melalui SMS dari bulan Juni-Oktober 2018 lalu. Dengan penghargaan itu, Dinas Pariwisata Pemuda dan 2 optimis akan mengemas kembali Festival Perang Air agar menjadi daya tarik wisatawan mancanegara. Beberapa kegiatan yang direncanakan dibalut dalam iven tahunan Meranti yang bernuansa internasional.

"Kita akan kemas Festival Perang Air dengan menambah beberapa kegiatan yang meriah. Hal ini diprediksi akan menjadi daya tarik wisatawan lokal dan internasional untuk datang ke Meranti," kata Kepala Disparpora Kepulauan Meranti, Rizky Hidayat ketika ditemui diruang kerjanya, Selasa (11/12/2018).

Dijelaskan Rizky Hidayat, kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun Baru Imlek 2018 itu meliputi, lomba lampu lampion, lomba barongsai se-Riau dan Kepri, Light Culture Festival, Malay Jazz Music Festival, Chinese Town, dan Bazar Red.

"Lampu lampion dibuka untuk umum dari seluruh lapisan masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam iven tahunan," ujar Rizky Hidayat.

Ia menerangkan, perlombaan lampu lampion dalam iven tahunan Festival Perang air bertujuan untuk membentuk kreatifitas masyarakat akan nilai budaya dan khazanah peninggalan leluhur.

"Kegiatan ini akan kita angkat menjadi sebuah penilaian oleh seluruh mata yang menyaksikan keindahan tatanan lampu lampion disepanjang jalan ruas pusat Kota Selatpanjang, Meranti," jelas Rizky Hidayat.

Begitu juga perlombaan barongsai se-Riau dan Kepri. Sama halnya seperti lampu lampion, juga dibuka untuk umum. Namun, diperuntukkan bagi peserta luar Kepulauan Meranti.

"Tujuannya untuk menjalin sebuah kerjasama dan silahturahmi antara komunitas yang memiliki kesenian dalam menguasai barongsai," katanya.

Kemeriahan Light Culture Festival, lanjut Rizky Hidayat, juga akan dikemas agar iven tahunan semakin semarak. Kegiatan ini merupakan kegiatan pawai lampu hias yang dikreasi oleh peserta yang mengikutinya.

"Lampu hias akan dirancang berbentuk seperti perahu, naga, serta nilai budaya yang terdapat di dalam sejarah peradaban Tionghoa. Hal ini untuk menciptakan pola pikir kreatif dan inisiatif kesadaran nilai pariwisata Meranti melalui seni dan abstrak dari masing-masing suku dan budaya," terang dia.

Selain kegiatan yang dapat mengangkat nama daerah itu kemata dunia, Disparpora akan bekerjasama komunitas seni di Meranti untuk menggelar Malay Jazz Music Festival.

Bahkan, kegiatan China Town dan Bazar Red akan diselipkan dalam iven tahunan tersebut. Bazar itu nantinya akan menyajikan pameran berbagai macam produk wisata seperti kuliner, fashion, souvenir, dan lain-lainnya. Konsep China Town akan didesain seperti sebuah tempat segala ornamen, properti, pewarnaan lanscape menyerupai layaknya berada di pusat Kota Cina.

Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi mengatakan, Festival Perang Air sebagai iven tahunan pariwisata Kepulauan Meranti bisa terus dikenal dikancah internasional. Karena, iven ini membuat perputaran uang dipasaran hingga miliaran Rupiah yang pastinya memberikan dampak besar bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Bupati berharap, iven ini dapat dikembangkan dan dikemas lebih baik lagi. Sehingga mampu menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun internasional untuk mengunjungi Meranti.

"Kita akan memberikan multiplayer efek yang besar bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang selama ini menjadi fokus Pemerintah Daerah," kata Bupati Irwan.(MC Meranti/Humas/Na)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti