Suara Kaset Burung Walet Jangan Sampai Mengganggu Proses Belajar Mengajar
Senin, 31 Desember 2018. Waktu baca 1 menit 59 detik.
Suara Kaset Burung Walet Jangan Sampai Mengganggu Proses Belajar Mengajar
Selatpanjang - Para pengusaha burung walet di Kota Selatpanjang dan sekitarnya diminta tak sembarangan menghidupkan kaset. Suara yang ditimbulkan dari kaset burung walet itu jangan sampai mengganggu proses belajar mengajar.
Imbauan itu disampaikan Camat Tebingtinggi, Helfandi SE MSi, menanggapi keluhan beberapa sekolah yang kerap terganggu dengan keberadaan ruko sarang burung walet.
Kata Helfandi, ia sering menerima keluhan dari pihak sekolah maupun warga. Kaset suara burung walet dinilai sangat mengganggu.
Setelah menerima laporan masyarakat atas gangguan suara kaset burung walet, Camat Tebingtinggi Helfandi langsung melakukan kroscek ke lapangan. Saat itu, ada beberapa pemilik ruko walet berhasil ditemui tim. Setelah melakukan pembicaraan seputar gangguan suara kaset burung walet ke SMPN 5 Tebingtinggi, pengusaha diminta mengatur jadwal (pemutaran kaset).
"Saya minta kepada pengusaha walet untuk tidak memutar kaset dari jam 07.00 pagi sampai dengan pukul 14.00 WIB siang. Selama proses belajar di sekolah, jangan ada yang membunyikan kaset suara burung walet," tegas Helfandi, (31/12/2018)
Jika permintaan ini tidak digubris, pihak kecamatan dan pihak terkait lainnya akan menindak tegas sesuai ketentuan berlaku.
Ditambahkan mantan Kabag Humas Setdakab Kepulauan Meranti itu lagi, pihak kecamatan akan senantiasa melakukan pemantauan dan akan menginventarisir sekolah-sekolah yang terganggu akibat bunyi kaset burung walet tersebut.
Terhadap pemiliki walet yang belum bisa ditemui saat itu, Helfandi meminta RT dan lurah setempat untuk segera mendata dan mengirimkan surat peringatan. "Kita tidak melarang masyrakat berusaha burung walet, tetapi mereka harus mengikuti aturan yang berlaku. Tentunya hal ini juga memperhatikan dampak lingkungan. Kalau masyarakat resah dan orang merasa terganggu, itu bisa ditindak tegas sampai dengan menutup usahanya," ujar Helfandi.
Salah satu pihak sekolah merasa terganggu dengan keberadaan ruko sarang burung walet adalah SMPN 5 Tebingtinggi yang terletak di Jalan Ibrahim Selatpanjang Barat.
Poniman, Wakil Kepala SMPN 5 Tebingtinggi mengaku sangat terganggu dengan suara kaset yang menyerupai burung walet itu. Bagaimana tidak, sekitar 13 ruko yang berada di dekat sekolah, semuanya membunyikan kaset pada saat belajar mengajar berlangaung. Bunyi ini, menyebabkan siswa susah fokus saat menerima pelajaran dari guru.
Diceritakan Poniman, keluhan terhadap suara kaset menyerupai suara burung walet ini sudah pernah disampaikan ke pihak kelurahan Selatpanjang Selatan. Namun, hingga saat ini kaset-kaset yang dihidupkan untuk memanggil burung walet masih saja berbunyi. Parahnya lagi saat proses belajar mengajar berlangsung suara kaset sangat nyaring terdengar. Bahkan, saat ujian pun suara-suara kaset tersebut masih terdengar lantang.
"Sangat terganggu. Kita khawatir ini berdampak pada anak didik karena tidak bisa fokus saat menerima pelajaran dari guru," kata Poniman. (MC Meranti/Humas/Na)
Kategori
Topik
Bagikan