Sentra IKM Sagu Beroperasi 2020

Sabtu, 16 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 49 detik.
image
Sentra IKM Sagu Beroperasi 2020

MERANTI - Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Sagu di Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur ditargetkan beroperasi pada tahun 2020.

 

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DisdagprinkopUKM) Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Mohammad Aza Fahroni mengatakan bahwa saat ini pembangunan IKM tersebut sudah 90 persen. "Olahan yang akan dilakukan di sana adalah yang pertama adalah produk sagu basah menjadi sagu kering," ujarnya.

 

Dirinya mengatakan sagu basah asal Kepulauan Meranti yang dijual ke Batu Pahat, Malaysia berada pada kisaran harga Rp 1,800 hingga Rp 2,000 perkilo. Sedangkan sagu kering saat ini bernilai kisaran Rp 6,500 perkilonya. "Kalau ini bisa diolah oleh masyarakat kita, tentu akan meningkatkan ekonomi masyarakat," ujarnya.

 

Tidak hanya itu, sentra ini juga akan dibangun beberapa rumah produksi yang akan menghasilkan mi sagu. "Jadi kita bisa produksi mi sagu yang berkualitas," tambahnya.

 

Selain itu juga akan diproduksi sagu mutiara, mi soun, beras sagu dan gula sagu. "Kita bangun pengelolaannya bersama masyarakat. Kita bentuk UPT di sini, tapi yang bekerja di sini masyarakat," sebutnya.

 

Aza mengatakan disekitar sentra tersebut ada 14 kilang sagu kecil yang dikelola masyarakat. Sehingga masyarakat tersebut akan membawa hasil kilang sagu mereka langsung ke sentra IKM.

 

"Jadi kita harap ini didukung oleh pengelola kilang sagu dan pengusaha UMKM yang ada di Kepulauan Meranti," harapnya.

 

Sebelumnya, Sekretaris Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Asdep Pengembangan dan Penguatan Usaha Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Wardoyo menyebutkan pihaknya akan terus mendukung daerah dalam penguatan ekonomi masyarakat mikro kecil dan menengah. Salah satunya yang dilakukan adalah dengan peningkatan SDM melalui pelatihan-pelatihan.

 

"Program Kementrian itu banyak untuk peningkatan SDM bagi penusaha UMKM ke berbagai daerah di seluruh Indonesia," kata dia.

 

Ia berjanji akan mencoba membantu memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada pengusaha kecil agar lebih siap dalam mengelola usahanya. "Tergantung apa yang dibutuhkan masyarakat, mau itu pelatihan pengolahan sagu, pemasaran, packaging," kata dia.

 

Wardoyo mengatakan akan mencoba memfasilitasi masyarakat dengan menghadirkan orang-orang berkompeten untuk memberikan edukasi ke masyarakat. Selain itu dirinya juga mendorong dan memfasilitasi pengusaha mikro dan kecil agar bisa bekerjasama dengan pengusaha menengah dan besar.

 

"Dengan adanya kemitraan para UMK memperoleh kapasitas pasar, kepastian pasar kepastian harga dan termotivasi dalam meningkatkan kualitas produksinya," pungkas Wardoyo. (humas/019)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti