Sekolah Jangan Lagi Rekrut Guru Honorer
Rabu, 17 April 2019. Waktu baca 1 menit 44 detik.
Sekolah Jangan Lagi Rekrut Guru Honorer
MERANTI - Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir meminta kepada para Kepala Sekolah agar tidak lagi merekrut tenaga guru honorer.
"Dari pendataan yang kita lakukan, jumlah guru saat ini sudah berlebih, sehingga tak perlu ada perekrutan guru honorer baru lagi," tegas Irwan. Pernyataan itu disampaikannnya saat hadir dalam kegiatan penandatanganan fakta integritas dan sosialisasi 4 pilar, bagi seluruh Kepala Sekolah, Di Kecamatan, Tasik Putri Puyu, Kepulauan Meranti, Riau, Kamis (12/04/2019).
Irwan mengaku, bertambahnya jumlah guru honorer secara signifikan akan memicu munculnya masalah baru. Meski awalnya menjadi tenaga sukarela, seiring berjalannya waktu, keinginan untuk masuk kedalam daftar guru honor daerah akan semakin menguat. Kondisi tersebut tentunya akan membebani anggaran daerah.
"Anggaran yang kita miliki untuk membayar guru honor daerah sangat terbatas. Setiap tahunnya Pemkab Meranti hanya mampu mengalokasikan sekitar 300 orang lebih untuk guru honor daerah," pungkas Irwan.
Hal yang sama juga di akui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti, Nuriman Khair. Menurut dia, jika dilihat dari sisi kuantitas, jumlah guru yang ada saat ini sudah melebihi kebutuhan. Untuk guru honor daerah saja jumlahnya mencapai angka 400 orang. Sedangkan guru honor sekolah dan honor komite berjumlah 500 lebih.
"Secara kuantitas jumlah guru sangat memadai, namun masalahnya pada kualitas guru yang kita miliki saat ini," sebut Nuriman.
Dari jumlah guru honorer yang ada saat ini, sebagian besarnya tidak memiliki kualifikasi sebagai tenaga pendidik. Kondisi itu sudah berlangsung lama dan sebagian besarnya telah terdaftar sebagai honor daerah.
"Dari 400 lebih jumlah guru yang terdaftar sebagai honor daerah, hanya sekitar 50 persen lebih memenuhi kualifikasi. Sedangkan sisanya tidak memenuhi kualifikasi sebagai tenaga pendidik," terang Nuriman.
Kedepan, Disdikbud Kepulauan Meranti akan meningkatkan kopetensi para guru linear yang memenuhi kualifikasi. Hal ini dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kepulauan Meranti.
"Kita akan ikutkan mereka dalam Program Peningkatan Profesi Guru (PPG) untuk meningkatkan kopetensi mereka. Program tersebut selain menambah skil, para guru juga bisa mendapatkan tunjangan profesi", ucapnya.
Sementara itu, bagi guru honor daerah, komite dan honor sekolah yang sudah lama mengabdi, namun tak memenuhi kualifikasi, tetap akan jadi perhatian Pemkab Meranti. Hanya saja sekolah diminta tak menambah guru honor baru agar tak menimbulkan masalah baru. (Humas/006).
Kategori
Topik
Bagikan