Sekda: Kerukunan Antarumat Beragama Harus Makin Mantap

Rabu, 7 Agustus 2019. Waktu baca 2 menit 21 detik.
image
Sekda: Kerukunan Antarumat Beragama Harus Makin Mantap

MERANTI - Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti, Yulian Norwis SE. MM,
berharap kerukunan antarumat beragama di daerah ini terus terjalin dan semakin mantap.

Harapan itu disampaikan Sekda saat membuka
secara resmi kegiatan Pembinaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di metting room AKA Meranti Hotel, Jalan Terubuk Selatpanjang, Rabu (10/7/2019) pagi. Selain Sekda, acara yang digelar oleh Kesbangpol Meranti itu juga dihadiri Kajari Kepulauan Meranti, Asisten I Syamsuddin SH MH, Ketua FKUB Provinsi Riau Abdul Razak, Ketua dan pengurus FKUB Meranti, Ketua FKDM Meranti, Perwakilan dari masing masing pemeluk Agama yang ada di Meranti, Pengurus LSM di Meranti, Sapma PP Meranti serta undangan lain nya.

Dalam kata sambutannya, Sekda Yulian Norwis menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Dia berharap melalui  pembinaan FKUB, kerukunan antarumat beragama yang merupakan dambaan dan harapan kita semua, terus semakin mantap.

Ketua FKUB Prov. Riau Abdul Razak yang hadir selaku nara sumber, memberikan pencerahan kepada seluruh undangan dan peserta yang hadir betapa pentingnya kerukunan antarumat beragama. Menurut dia, Republik Indonesia bukanlah bukanlah negara animisme, bukan pula negara theokrasi. Meski begitu, kita harus berfikiran bahwa negara memberikan keuntungan pada agama dan sebaliknya agama juga memberi keuntungan kepada negara. Dengan begitu akan tercipta kerukunan antara negara dengan seluruh pemeluk agama.

"Kita sebagai warga negara harus membentengi diri dengan kaidah agama yang kita anut agar terhindar dari interfensi politik yang bertujuan memecah belah antarpemeluk agama yang berbeda", ucap dia.

Menurut Abdul Razak, dari sisi geografis Indonesia merupakan negara yang besar, dimana terdapat kurang lebih 17.500 pulau dan suku-suku yang begitu banyak dengan ragam bahasa. Dan, masyarakatnya dapat terus menjaga kerukunan yang sudah dicapai.

"Tentu hal ini menjadi sebuah kekuatan besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan, dunia akan menjadikan Indonesia sebagai negara yang diperhitungkan", tutur Abdul Razak.

Dalam kesempatan sama, Asisten I Sekdakab Meranti Syamsuddin SH. MH, yang berkesempatan memberikan pidato singkat terkait kerukunan umat beragama, juga mencontohkan bahwa di Kabupaten Kepuluan Meranti meski mayoritas pemeluk agama terbesar adalah Islam, namun sejak dulu saat pemeluk agama lain melaksanakan ibadah, tidak pernah terjadi gangguan.

"Kita semua dapat melihat bahwa di Meranti terdapat 6 agama yang diakui oleh negara. Meski berbeda-beda, tetapi hidup rukun dan damai", ungkap Asisiten I.

Dicontohkannya ketika perayaan Imlek.  Masyarakat antarsuku dan agama bersama-sama ikut memeriahkan dan bergembira. Demikian pula pada saat hari raya Idul Fitri, tampak seluruh masyarakat dengan kompak merayakannya.

Menurut Syamsudin, kerukunan tidaklah terwujud begitu saja, tentu harus ada upaya dari semua pihak. Termasuk yang dilaksanakan oleh Kesbangpol tersebut. Walaupun UUD 1945 sudah menjamin kebebasan beragama bagi penganutnya, tetapi perlu keterlibatan dari pemerintah daerah dalam mewujudkan kerukunan antarumat beragama.

"Bupati, Sekda ataupun asisten bukan hanya milik satu pemeluk agama saja. Jadi, janganlah heran atau bertanya-tanya kalau suatu ketika hadir di acara peresmian rumah ibadah agama lain. Itu dilakukan demi terwujudnya kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Kepulauan Meranti", ucap Samsudin. Usai menyampaikan materi, Asisiten I sekaligus menutup acara.(Humas/007).

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti