Butuh Pasar Paska Produksi, Bulog Diminta Beli Sagu Meranti
Senin, 31 Desember 2018. Waktu baca 1 menit 7 detik.
Butuh Pasar Paska Produksi, Bulog Diminta Beli Sagu Meranti
Selatpanjang - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk membantu petani sagu di wilayahnya karena kerap menghadapi terbatasnya pasar paska produksi.
"Kendalanya bukan lagi pada budidaya, tapi bagaimana menciptakan pasar. Segmennya amat terbatas," kata Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir. (31/12/2018)
Dengan luasan perkebunan sagu yang mencapai 167 ribu hektar dan produksi yang melimpah belum bisa mendongkrak perekonomian petani secara signifikan. Karena keterbatasan pasar, menurut Irwan sering menyebabkan harga sagu petani Meranti dibeli murah.
"Produksi kita masih dijual ke Cirebon, baru kemudian dipasarkan ke daerah lainnya. Akibatnya harga sulit dinaikkan, bahkan kalau Papua dan Maluku panen, maka harga sagu semakin turun," jelas bupati.
Dalam rangka menyelamatkan ekonomi petani sagu di daerah yang berbatasan langsung dengan Selatmalaka ini, Irwan mengharapkan campur tangan pemerintah pusat melalui Perum Bulog untuk menyerap hasil produksi.
"Seandainya Bulog bisa membeli dengan standar harga tertentu, maka akan menciptakan stabilitas harga dan para petani bisa sejahtera," papar Irwan.
Dengan campur tangan pemerintah melalui Bulog, diharapkan sagu juga mampu mensukseskan program Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional. Menurut Irwan, sagu sebagai makanan sehat karena memiliki karbohidrat tinggi namun rendah gula tidak lagi menjadi makanan masyarakat kelas dua atau kelas tiga.
"Ini alternatif penganti beras yang produksinya semakin berkurang karena terbatasnya lahan pertanian dan pertumbuhan penduduk. Sagu harus berubah dari komoditi marjinal menjadi andalan nasional," terang Bupati Meranti itu.(MC Meranti/Humas/Na)
Kategori
Topik
Bagikan