Promosi Produk, Pengrajin Harus Pandai Manfaatkan Medsos
Minggu, 5 Mei 2019. Waktu baca 1 menit 41 detik.
Promosi Produk, Pengrajin Harus Pandai Manfaatkan Medsos
MERANTI - Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan 2 (Disparpora) Kepulauan Meranti, Riau, Tengku Arifin berharap seluruh peserta pelatihan menganyam, bisa menerapkan ilmu yang telah diberikan saat pelatihan. Hal itu disampaikannya pada penutupan pelatihan kerajinan anyaman se-Kepulauan Meranti Tahun 2019, di Aula AKA Hotel, Jalan Terubuk, Kota Selatpanjang.
Dalam sambutannya, Tengku Arifin mengaku, Disparpora terus mendorong pelaku usaha kerajinan dan souvenir, termasuk produk anyaman daun pandan. Salah satunya lewat pelatihan yang sudah dua tahun berturut-turut rutin di gelar.
"Pelatihan yang kita berikan saat ini, merupakan salah satu bentuk dorongan, kepada pelaku seni menganyam," ujar Tengku Arifin.
Dorongan yang diberikan hendaknya direspon, dengan mengembangkan kreatifitas dalam menghasilkan produk anyaman, serta melakukan sejumlah inovasi. Produk yang dihasilkan harus mengikuti selera pasar, sehingga menarik minat pembeli. Pasalnya, sejauh ini ia melihat hasil produksi pengrajin masih terbatas variasinya, sehingga perlu inovasi untuk menghasilkan produk yang lebih beragam.
"Kalau keahlian menganyam seluruh peserta sudah teruji, hanya saja perlu kejelian dalam menghasilkan produk yang lebih inovatif dan beragam," terangnya lagi.
Tak hanya dari sisi produk, pelaku usaha juga diharuskan untuk berinovasi dalam hal pemasaran. Sebagian besar pengrajin, masih mengandalkan pasar lokal, sehingga minimnya permintaan kerap membuat produksi terhenti. Untuk itu, Tengku Arifin mengajak seluruh peserta agar bisa memaksimalkan peran media sosial (Medsos) untuk memasarkan produk.
"Lewat pelatihan yang diberikan, kita berupaya mengubah paradigma berfikir mereka, sehingga bisa memanfaatkan perkembangan Informasi Teknologi (IT) dalam hal promosi. Pemanfaatan medsos untuk promosi, selain mudah, juga sangat efektif, dalam meraih segmen pasar yang lebih luas," pungkas Tengku.
Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan kerajinan anyaman, Deswati mengaku senang bisa dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Ia mengaku akan menerapkan ilmu yang didapat, bersama seluruh anggota kelompok anyamannya di Desa Nipah Sendanu, Kecamatan Tebingtinggi Timur.
"Ilmu yang saya dapatkan, nantinya akan ditularkan kepada seluruh anggota. Namun, kita berharap dinas terkait terus memberikan masukan dan pendampingan agar bisa menghasilkan produk yang kreatif serta inovatif," terang Deswati.
Pelatihan kerajinan anyaman tahun 2019, di tutup dengan foto bersama Sekretaris Disparpora Kepulauan Meranti, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dengan seluruh peserta dari 9 Kecamatan se-Kabupaten Kepulauan Meranti. (Humas/006).
Kategori
Topik
Bagikan