Pengoperasian Roro Insit Jangan Sampai Mengecewakan

Jumat, 3 Mei 2019. Waktu baca 1 menit 51 detik.
image
Pengoperasian Roro Insit Jangan Sampai Mengecewakan

MERANTI – Pembangunan roll of roll on (roro) yang berada di Desa Insit, Kecamatan Tebingtinggi Barat, diharapkan tidak hanya menjadi akses penghubung antara Pulau Tebingtinggi dengan Pulau Rangsang di Kabupaten Kepulauan Meranti saja. Tetapi, juga bisa menjadi akses penghubung dari Selatpanjang menuju Pusat Pemerintahan Provinsi Riau di Pekanbaru.

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti menargetkan roro tersebut sudah bisa beroperasi sebelum Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah atau sekitar Tanggal 5 Juni 2019 nanti. Oleh karena itu, saat ini finisingnya sedang diselesaikan secepatnya.

 

Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 140 miliar dari APBN tahun 2017-2018 itu akan membuka dua akses penghubung ke wilayah ke Pecah Buyung, Desa Bantar, Kecamatan Rangsang Barat dan ke Tanjung Buton, Kabupaten Siak. Apalagi saat ini masyarakat sangat mengharapkan roro itu bisa menjadi salah jalan alternatif, bagi 7 darat yang dapat menghubungkan Kabupaten Kepulauan Meranti ke Kota Pekanbaru, Riau.

 

Untuk memastikan persiapan sebelum operasi, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim langsung melakukan peninjauan ke Roro tersebut. Ia menilai pembangunan Roro sudah menacapai seratus persen, namun masih ada beberapa pembangunan fasilitas yang perlu dimaksimalkan.

 

Selain peningkatan jalan menuju Roro, lahan parkir untuk kendaraan belum tersedia di area Roro tersebut. Dengan begitu, ia meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bisa membantunya, agar persoalan itu cepat diselesaikan.

 

“Saya minta dibuatkan area parkir kendaraan. Segera lakukan ganti rugi lahan dengan melibatkan tim appraisal,” sebutnya, baru-baru ini.

 

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Dedi Putra SHi sangat bangga dengan akan dioperasikannya roro tersebut. Inisiatif Pemkab Kepulauan Meranti dalam percepatan dan penuntasan pembangunan itu, kata Dedi patut diapresiasi.

 

Karena upaya Pemkab Kepulauan Meranti dalam menunaikan keinginan masyarakat yang selama ini dinantikan akan segera terwujud. Meski begitu, ia berharap roro tersebut jangan sampai  mengecewakan akibat ada hal yang belum terselesaikan setelah pengoperasian nanti. Salah satunya soal izin trayek ke Tanjung Buton.

 

“Kita ingin memastikan izin trayek dari Insit ke Buton itu apakah sudah ada atau belum. Karena setahu kita di DPRD kemaren itu, hanya dari Desa Insit ke Pecah Buyung saja. Jadi kita minta hal ini jangan menjadi salah satu penghambat bagi kita nantinya. Sehingga, 7 yang bisa mengangkut kendaraan roda empat, dan dua ini bisa beroperasi sesuai harapan,” ungkapnya, Selasa (30/4/2019). (humas/005)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti