Irwan Sebut Cara Sederhana Ini Bisa Majukan Meranti yang Tertinggal

Senin, 31 Desember 2018. Waktu baca 3 menit 14 detik.
image
Irwan Sebut Cara Sederhana Ini Bisa Majukan Meranti yang Tertinggal

Selatpanjang - Memasuki usia satu dekade ini, Kepulauan Meranti dari tahun ke tahun sudah mulai menunjukkan eksistensi kejayaannya kepada publik. Perubahan dari sudut kota hingga pelosok desa mulai terealisasi dengan baik, walaupun belum mencapai dengan target yang direncanakan.

Memang butuh kesabaran yang kompleks dalam melaksanakan sistem pembangunan suatu daerah. Sebagaimana juga diungkapkan Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi dalam Peringatan HUT Kabupaten Kepulaun Meranti ke-10, belum lama ini.

Ia mengungkapkan, begitu banyak yang meragukan bahwa Meranti bisa eksis secara keuangan dan pembangunan. Namun dengan bermodalkan keyakinan dan memiliki dasar kajian akademis serta politis bahwa daerah ini memiliki kekuatan dan sumberdaya yang besar untuk membiayai pemerintahan dan mensejahterakan masyarakatnya.

"Kepulauan Meranti yang identik disebut Kota Sagu memiliki letak geografis yang strategis ditepian alur pelayaran tersibuk di dunia yakni, Selat Malaka Malaysia dan Singapura. Daerah yang terdiri dari tiga pulau itu memiliki luas wilayah 3707.84 Km persegi menjadi penyangga yang mensuplai berbagai kebutuhan pokok ke kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam, Bintan, dan Karimun," katanya.(31/12/2018)

Bagaimana tidak, kekayaan sumber daya alam di Kepulauan Meranti, kata Irwan, sangat menjanjikan, karena memiliki hasil perkebunan berupa sagu dengan luas mencapai 61,114 hektar dengan produksi mencapai 205.051 ton per tahun. Selain sagu, Meranti memiliki perkebunan kelapa dengan total luas areal 31,653 hektar dengan jumlah produksi sekitar 10.099,946 ton per tahun. Kemudian kopi liberika meranti yang memiliki luas sekitar mencapai 1.246 hektar dengan produksi mencapai 1.710,422 ton per tahun, dan potensi karet dengan luas 20.636 hektar dengan kapasitas produksi mencapai 10.099,946 ton per tahun.

"Dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki, Kepulauan Meranti berpeluang menjadi pemasok utama bahan pangan ke pasar dunia melalui Malaysia dan Singapura. Faktanya komoditas lokal sudah sejak lama menjadi andalan ekspor yakni arang, kopi, dan saat ini sagu," ungkap dia.

Sedikit demi sedikit proses untuk membangun memiliki tantangan yang memang tidak ringan, apalagi dibandingkan dengan negeri-negeri tetangga yang memiliki tingkat kesulitan lebih ringan dari daerah ini. Namun diakui orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu, tantangan tersebut tidak pernah sedikit pun menyurutkan langkah untuk terus berbenah, membangun dan berhias demi menggapai cita-cita bersama.

"Tantangan yang paling pokok adalah dalam menuntaskan kemiskinan di Meranti yang berada diangka 43 persen. Angka tinggi diawal pemekaran Kepulauan Meranti tersebut disebabkan oleh minimnya infrastruktur dan akses perekonomian. Namun dengan kegigihan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan, angka kemiskinan tersebut terus-menerus dapat ditekan dari tahun ke tahun, yang saat ini menjadi 28.99 persen," terang dia.

Tepukan gemuruh pun terdengar kembali setelah Irwan menyatakan angka kemiskinan di Meranti dapat ditekan. Hal ini pun jadi kebanggaan para tokoh pejuang karena Meranti mulai tampak berkembang dengan baik yang berada dibawah kepemimpinan yang memang anak daerah itu sendiri.

"Dilanjut dengan geliat pembangunan dapat dilihat pada sejumlah indikator makro yang sangat penting, dimulai dari pertumbuhan ekonomi yang awal pemekaran Kepulauan Meranti adalah sebesar 7,4 persen. Setelah tahun 2011 hingga tahun 2015, angka pertumbuhan ekonomi mencapai angka tertinggi yakni, 8 persen. Namun, pertumbuhan ekonomi nasional yang melamban dalam tiga tahun terakhir, membuat pertumbuhan ekonomi Meranti tertekan pada kisaran 3,32 persen pada tahun 2017," tambahnya.

Tak lupa, Bupati Irwan mengatakan, pengendalian inflasi juga dilakukan upaya pengawalan, walaupun diawal pemekaran sempat melonjak. Namun dengan kebijakan mengenjot produksi terutama disektor pangan, serta memperlancar moda 7, pelan-pelan angka inflasi bisa dikawal agar tidak mengalami peningkatan yang drastis dengan angka sebesar 4,32 persen.

Setelah inflasi, investasi juga digeliatkan pemerintah agar menjadikan upaya yang menguntungkan untuk pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Meranti. Saat ini nilai investasi yang masuk dari Penanaman Modal Asing tercatat sebesar 11,160.00 dollar AS, sedanfkan investasi dalam negeri sekitar 159,4 triliun rupiah.

Dengan begitu, ia sangat mengapresiasi kerjasama antar lembaga eksekutif dan legislatif. Karena dengan kekompakan yang terus dijaga bisa melaksanakan sejumlah azas fundamental dalam membangun daerah. Salah satunya dengan mempertahankan nilai Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (APBD) Kepulauan Meranti dikisaran satu triliun rupiah setiap tahunnya.

"Sejak pemerintahan defenitif pertama, telah mendongkrak nilai APBD dari semula Rp 369 miliar pada tahun 2010 menjadi Rp 850 miliar pada tahun 2011. Hingga nanti di tahun 2019, berharap bisa bertahan dikisaran angka Rp 1,4 triliun rupiah," ujar Bupati Kepulauan Meranti itu. (MC Meranti/Humas/Na)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti