Pemkab Meranti Siap Bina Satgas PPA
Kamis, 21 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 39 detik.
Pemkab Meranti Siap Bina Satgas PPA
MERANTI - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, melalui Dinsos P3AP2KB, siap membina Satgas PPA (Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak) semua desa di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.
Demikian diungkapkan Kepala Dinsos P3APPKB Kepulauan Meranti Asroruddin, melalui Kabid Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak, Juwita Ratna Sari.
Kata Ratna, Satgas PPA berfungsi untuk menyelesaikan kasus secara kekeluargaan, dan mereka juga akan diberikan pelatihan saat menangani kasusnya sampai kejalur hukum.
"Mohon kepada pak Kades untuk membentuk Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak. Kami dari Kabupaten siap membina Satgas tersebut bagaimana nanti bergerak di masyarakat," ujarnya.
Dijelaskan Ratna, yang jelas penanggananya sekali-sekali untuk itu diminta kepada kades untuk rutin dan gencar melakukan kegiatan penyuluhan maupun seminar-seminar. Minimal untuk masyarakatnya.
"Kita punya payung hukumnya. Dari desa itu bisa membuat suatu lembaga atau forum Perlindungan Anak dan Perempuan," ucapnya.
Kata Ratna pula, Satgas PPA itu terbentuk mulai dari Pusat, Provinsi, Kabupaten, sampai ketingkat Desa.
"Kita berharap semua unsur baik pihak terkait maupun masyarakat untuk intens melakukan pencegahan terhadap perempuan dan anak," harapnya.
Kepala Desa Tanjung Pisang Seliyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya akan berusaha membantu pemerintah dalam upaya pencegahan terhadap kekerasan perempuan dan anak.
"Kita akan ikut andil dalam upaya pencegahan terhadap kekerasan perempuan dan anak. Apalagi tempat kita wilayahnya jauh dari ibukota Kepulauan Meranti. Tentu, butuh waktu yang lama jika hanya menunggu dari pihak Kabupaten. Tapi dengan adanya Satgas di Desa ini tentu akan mempermudah warga kita," tuturnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kepulauan Meranti Ardiansyah, sangat mendukung dengan program yang akan dilaksanakan tersebut.
"Ini sangat bagus dalam upaya pecegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu juga tentu akan mempermudah masyarakat karena tidak harus penyelesaian persoalan di Kabupaten dan bisa di terlebih dahulu di desa," katanya.
Ardiansyah juga mengharapkan, dengan terbentuknya tim Satgas tersebut, selain menangani permasalahan juga bisa menggencarkan sosialisasi.
"Jangan hanya menyelesaikan permasalahan saja tapi kalau bisa gencarkan sosialisasi. Karena mencegah itu lebih baik dari pada mengobati," ungkapnya. (humas/004)
Kategori
Topik
Bagikan