Pemkab Meranti Segera Ubah Konsep Pelayanan Hotel
Rabu, 3 Juli 2019. Waktu baca 2 menit 8 detik.
Pemkab Meranti Segera Ubah Konsep Pelayanan Hotel
MERANTI - Provinsi Riau telah didaulat Kementerian Pariwisata RI menjadi salah satu Destinasi Wisata Halal. Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti juga akan segera menerapkan konsep muslim friendly tourism. Dimana Pemkab akan mengubah beberapa regulasi yang ada di hotel.
Konsep tersebut bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan dasar minimal terhadap wisatawan muslim, sehingga mereka mudah mendapatkan fasilitas dan produk halal.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan 2 (Disparpora) Rizki Hidayat mengatakan sudah merumuskan terhadap pelayanan pariwisata halal di Kepulauan Meranti. Menurut dia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada pelayanan wisata halal itu, seperti memastikan setiap menu di hotel bagi tamu sudah terjamin halal dan bebas dari bahan baku non halal.
"Sudah kita siapkan regulasinya untuk mengatur tempat makan yang melayani produk halal, sehingga wisatawan tidak ragu dan khawatir dalam mengkonsumsi makanan. Antara halal dan tidak akan kita bedakan dengan memberi label di tempat makan tersebut. Jadi, regulasi yang diubah yakni hotel yang ada di Meranti harus ada yang berorientasi halal,” kata Rizki Hidayat.
Rizki menyebutkan, ada beberapa regulasi yang diterapkan sehingga nantinya bisa dikatakan sebagai hotel syariah. Diantaranya tersedianya peralatan shalat di dalam kamar.
"Di dalam kamar disediakan sajadah, mukena dan juga kitab suci Alquran. Selain itu, petunjuk arah kiblatnya juga harus ada di dalam kamar. Selama ini mungkin ada, tapi kebanyakan selama ini tidak berdasarkan persetujuan MUI, itu sudah kita koordinasikan ke pihak hotel,” ujarnya.
Selain kamar, regulasi yang juga akan diatur adalah restoran. Termasuk juga penjualan minuman beralkohol di dalam hotel.
“Restorannya boleh menyediakan makanan non halal, tapi dapur dan piringnya harus beda. Minum beralkoholnya juga boleh saja, tapi ada aturan tertentu, harus ada ruang khususnya,” katanya lagi.
Tak hanya itu, Rizki juga mengatakan regulasi halal juga akan diterapkan hingga toilet-toilet yang ada di dalam hotel. Regulasi halal ini akan secepatnya diterapkan di beberapa hotel yang ada di Kota Selatpanjang.
“Kita menargetkan 2019 ini sudah harus diterapkan. Kita akan buat regulasinya. Kita akan buat Perbup, sambil berjalan membuat Perda ke depannya. Nantinya juga akan ada ikonnya ini hotel halal, restoran halal di Meranti,” pungkasnya.
Sementara itu Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepulauan Meranti mendukung upaya Pemerintah menciptakan kawasan wisata halal di beberapa hotel dan tempat lainnya.
Ketua PHRI Kepulauan Meranti, R.U.P.S Uyung Salis menyebutkan, kawasan wisata halal merupakan segmentasi pasar yang empuk untuk wisatawan domestik maupun internasional.
"Sekarang ini sudah banyak yang menerapkan konsep wisata halal dan itu memang sudah banyak yang menjadi pilihan wisatawan. Karena potensi di Meranti sangat besar untuk menerapkan konsep wisata halal, maka kita dukung upaya pemerintah ini," ujarnya. (Humas/002)
Kategori
Topik
Bagikan