Antisipasi DBD, Diskes Lakukan Foging dan Bagikan Abate

Selasa, 23 April 2019. Waktu baca 2 menit 1 detik.
image
Antisipasi DBD, Diskes Lakukan Foging dan Bagikan Abate

MERANTI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Meranti, Riau mencatat 12 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai bulan Januari hingga Bulan April 2019.

Hal ini disampaikan Kepala bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinkes Kepulauan Meranti Muhammad Fahri, SKM Senin (22/4/2019).

"Kita mencatat dari bulan Januari itu ada 12 kasus positif DBD," Ujar Fahri.

Dirinya mengatakan bahwa ke 12 penderita DBD tersebut sudah mendapat perawatan. "Jadi sudah dirawat di rumah sakit dengan keadaan selamat dan sehat. Kondisi sekarang stabil dan keadaan yang terakhir ini sudah mengalami kesembuhan dan sehat," ujarnya.

Kemungkinan terbesar penyebab DBD dikatakan Fahri adalah kondisi lingkungan dan cuaca. "Kemungkinan bisa terjadi seperti itu disebabkan kondisi lingkungan kita, dari keadaan cuaca yang tidak stabil hujan, kemarau dan sampah-sampah yang ada di sekitar masyarakat," katanya.

Mengingat kasus DBD saat ini sudah dirasa cukup signifikan Dinas Kepulauan Meranti telah melakukan foging (pengasapan) untuk membunuh nyamuk di sejumlah tempat di Kepulauan Meranti. "Untuk kasus yang baru ini telah dilakukan penyelidikan epidemiologi di sejumlah tempat di Kepulauan Meranti, seperti di daerah Jalan Siak dan Muzaffar kemarin kita perlu lakukan foging," ungkapnya.

Foging dilakukan langsung oleh petugas foging bersama petugas puskesmas pengola program yang ada.

Fahri menghimbau kepada stake holder kesehatan yang ada di Meranti untuk rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat  untuk menjaga lingkungan dengan orientasi mencegah perkembangan nyamuk. "Tentunya kami menghimbau kepada seluruh puskesmas dan stake holder yang ada  untuk melakukan sosialisasi secara rutin untuk mengubah mind set masyarakat, untuk menjaga seluruh lingkungan di masyarakat, sehingga tidak terjadi penggenangan air dan sumber-sumber perindukan yang ada," ujarnya.

Selain itu Dinkes juga menyiapkan sejumlah obat Abate untuk yang akan dibagikan kepada masyarakat secara rutin. "Minimal dilakukan secara tiga bulan sekali dan dilakukan perpanjangan tangan kami yaitu puskesmas," pungkasnya.

Ketersediaan bubuk Abate juga dikatakan Fahri di Dinkes masih mencukupi untuk dibagikan kepada masyarakat. "Stok saat ini 1.300 kilo, masih cukup untuk kita bagikan ke masyarakat untuk (tahun) 2019 ini," ungkapnya.

Ditambahkan Staf P2P Menular, Agus Saputra bahwa dalam bulan April 2019, sudah terjadi 3 kasus. Dimana terdapat dua penderita yang tinggal berdekatan.

“Pada 18 April lalu, Aris (14) warga Jalan Siak terjangkit DBD. Pada 16 April Aska (4) warga Jalan Banglas, Gang Abadi, dan pada 19 April, Raisha (6) warga Jalan Banglas, Gang Abadi juga ikut tersangkit DBD. Ketganya sampai dirawat di RSUD,” rincinya.

Dalam Penyidikan Epidimologi (PE) warga yang terjangkit di Jalan Banglas, Gang Abadi diprediksi nyamuk yang sama. Sehingga Diskes melakukan foging.

“Kita sudah melakukan foging dilingkungan korban yang terjangkit DBD. Sehingga nyamuk dewasa bisa mati,” ungkap Agus. (humas/019)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti