Meranti Dapat Bantuan 3 Unit Mesin Pengolah Beras Sagu
Jumat, 4 Januari 2019. Waktu baca 1 menit 24 detik.
Meranti Dapat Bantuan 3 Unit Mesin Pengolah Beras Sagu
MERANTI - Tahun ini, Kepulauan Meranti akan mendapat bantuan mesin pengolah beras sagu sebanyak 3 unit. Dua unit dari Anggota DPR RI Sayed Assegaf dan 1 unit lainnya bantuan dari Badan Pengkaji dan Penerapan Teknologi (BPPT) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
Informasi itu disampaikan langsung oleh Kabid Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) Kabupaten Kepulauan Meranti, Ifwandi, ketika ditemui di ruang kerjanya.
Kata Ifwandi, akhir tahun 2018 yang lalu, Kepulauan Meranti kedatangan perwakilan BPPT Kemen Ristek Dikti dan memaparkan pengolahan produk turunan sagu tak hanya sampai di kue atau makanan instan saja. Tetapi bisa juga berupa beras analog (beras sagu) dan mie instan layaknya mie yang saat ini banyak dijual di warung-warung.
"Ini menjadi angin segar bagi kita. Mereka juga membantu mesin pengolah beras sagu," ujar Ifwandi.
Ditambahkan Ifwandi, selain dari BPPT, juga ada bantuan mesin pengolah beras sagu dari anggota DPR RI, Sayed Assegaf. Jumlahnya sebanyak 2 unit dan akan langsung diserahkan ke Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
"Mesin ini akan diberikan ke UMKM yang aktif. Beliau (Sayed Assegaf) yang akan menyalurkan langsung ke kelompok," kata Ifwandi.
Dia berharap dengan bantuan tiga mesin tersebut dapat membantu pelaku UMKM di Meranti untuk bisa bekerja lebih professional.
"Kita juga akan berkoordinasi dengan beberapa dinas terkait untuk pemasaran dan promosi, supaya produk kita dikenal," tambah Ifwandi.
Amrul Rizal, Ketua Asosiasi UMKM Sagu Kepulauan Meranti berharap bantuan yang diberikan harus tepat sasaran. Dinas diminta mengutamakan UMKM yang sudah mengantongi izin, dengan begitu akan memotivasi UMKM lain untuk melengkapi izin.
"Sebelum menyalurkan bantuan, dinas terkait diharapkan terlebih dahulu berkoordinasi. Kalau diserahkan ke UMKM tak punya izin, takutnya yang punya izin kecewa. Buat apa susah-susah mengurus izin kalau tak ada perhatian Pemda," tambah Amrul. (Humas001)
Kategori
Topik
Bagikan