Menuju Adipura, DLH Fokus Kebersihan Kota
Minggu, 17 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 46 detik.
Menuju Adipura, DLH Fokus Kebersihan Kota
MERANTI - Dalam rangka merebut anugerah tertinggi dalam bidang kebersihan (Adipura), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hanya fokus pada kebersihan Kota.
Hal itu sehubungan dengan penilaian dan pemantauan Program Adipura tahun 2019, Pemeritahan propinsi Riau, melalui DLH akan melakukan penilaian lomba kebersihan kota se Propinsi Riau di minggu ke empat bulan Maret dan minggu pertama April 2019.
Terkait penilaian yang mengacu pada permen LH Nomor P.53/Men LHK/ Sekjen Kum.1/6/ 2016 tentang pedoman pelaksanaan Adipura, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah menentukan beberapa titik lokasi yang akan menjadi penilaian oleh tim penilai yang akan turun ke Meranti pada 25 April mendatang.
Khusus perumahan, yakni di Perumahan jalan Rintis, Handayani, dan Pembangunan III. Jalan yang akan menjadi lokasi penilaian yakni Jalan Merdeka, Dorak, dan Diponegoro. Pasar yang menjadi lokasi penilaian yakni Pasar Tanjung Harapan, Perkantoran Kantor Bupati, dan Kantor Penanaman Modal. Sedangkan sekolah yang menjadi lokasi penilaian yakni SMA1, SD 2, SMP 2, dan SMK 1 Selatpanjang.
Selain itu, ada beberapa tempat yang juga akan menjadi lokasi penilaian, diantaranya RSUD Selatpanjang, Puskemas Tebingtinggi, RTH LAMR, Pelabuhan Pelindo, dan Air Terbuka Salter Dorak, dan Bank Sampah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Meranti, Hendra Putra mengatakan pihaknya tidak peduli pada perolehan piala Adipura tetapi ada beberapa hal yang tidak bisa dipenuhi.
"Bukan kita tidak mau meraih Adipura, tetapi ada hal yang tidak bisa kita penuhi yakni TPA. Itu merupakan indikator penting dalam penilaian," kata Hendra Putra.
Walau tidak bisa meraih Adipura, pihaknya tetap fokus pada kebersihan kota. Dimana Kota Selatpanjang pernah masuk dalam nominasi kebersihan kota.
"Tidak bisa meriah Adipura, kita masih bisa meraih lomba kebersihan kota. Adipura itu bukan tidak penting, namun yang terpenting saat ini adalah bagaimana masyarakat kita bisa merasakan kebersihan itu dan kesadarannya dalam membuang sampah," ujar Hendra.
Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kepulauan Meranti, Basiran SE MM. Dia mengatakan jika tidak bisa meraih Adipura, hal terpenting itu adalah membuat kesadaran masyakarat untuk hidup sehat.
"Memang untuk meraih Adipura ada beberapa indikator penilaian yang harus dipenuhi, sedangkan TPA kita belum dibangun karena kemaren terganjal RTRW. Untuk itu indikator Adipura bukan pada pialanya, tapi bagaimana kesadaran masyakarat akan hidup sehat itu tinggi," ungkap Basiran. (Humas/002)
Kategori
Topik
Bagikan