Menjelang Akhir Masa Jabatan, Ini Fokus Bupati Meranti
Minggu, 17 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 53 detik.
Menjelang Akhir Masa Jabatan, Ini Fokus Bupati Meranti
MERANTI - Menjelang berakhirnya masa tugasnya sebagai Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan Nasir mengatakan dirinya fokus terhadap dua hal, yakni penurunan angka kemiskinan dan membangun interkoneksi untuk membuka wilayah dari keterisoliran.
Bupati mengatakan masalah utama yang dihadapi kabupaten termuda di Provinsi Riau itu adalah tingginya angka kemiskinan dan minimnya infrastuktur dasar bagi masyarkat. Dikatakan, selama pemerintahannya sudah berhasil menurunkan angka kemiskinan dari angka 43 persen menjadi 28 persen. Aangka tersebut masih tinggi. Untuk itu, dia akan berusaha menurunkan lima persen lagi angka kemiskinan tersebut.
"Dari awal kabupaten ini terbentuk, angka kemiskinan sangat tinggi yakni 43 persen. Angka kemiskinan di Meranti hari ini mencapai 28 persen, ini adalah tingkat kemiskinan yang tertinggi di Riau dan juga termasuk yang tertinggi di Indonesia," ujar bupati.
Bupati mengatakan tahun ini pemerintah kabupaten Kepulauan Meranti menargetkan dapat menurunkan angka kemiskinan sebesar 5 persen.
"Terakhir pada tahun 2020 kita targetkan tingkat kemiskinan bisa kita turunkan. Sehingga menjelang jabatan saya berakhir, angka kemiskinan itu berada pada angka 23 persen, karena menurunkan angka kemiskinan ini tidak lah mudah," tuturnya.
Untuk mencapainya, Irwan berharap seluruh OPD diharapkan bisa melakukan penajaman program. Keterlibatan semua pihak sangatlah penting, karena menekan angka kemiskinan haruslah dilakukan dengan kerja keras.
"Untuk itu semua kita harus bekerja keras, bagaimana tingkat kemiskinan ini bisa kita tekan seminimal mungkin," ujarnya.
Selain berusaha menekan angka kemiskinan, Bupati dua periode itu juga fokus terhadap pembangunan infrastuktur dasar bagi masyakarat untuk membuka interkoneksi.
Bupati mengatakan, infrastruktur merupakan salah satu aspek yang sangat vital dalam mendongkrak laju perekonomian sebuah daerah. Untuk itu, kesiapan infrastruktur, khususnya jalan, di sebuah daerah terpencil, mutlak dibutuhkan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Pembangunan infrastruktur bagi masyarakat dampaknya akan berimbas pada lancarnya lalu lintas karena konektivitas antarwilayah juga semakin meningkat. Bukan itu saja, tingginya mobilitas warga tentu akan berdampak pada kondusifnya iklim perekonomian di desa-desa," ungkap Irwan.
Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H Fauzi Hasan mengatakan, apa yang ingin dicapai bupati menjelang masa berakhirnya jabatan yakni membangun infrastuktur dasar dan menurunkan angka kemiskinan adalah sesuatu yang berhubungan erat.
Menurutnya, konektivitas antardesa di Kepulauan Meranti yang notabene merupakan daerah berpulau sangat diperlukan, untuk memperlancar arus manusia maupun logistik. Dampaknya pada perekonomian warga di daerah tersebut dan ujungnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Jika infrastuktur sudah dibangun dengan bagus. Ujung-ujungnya, ekonomi masyarakat akan terdongkrak lebih baik lagi," ungkap Fauzi. (Humas/002)
Kategori
Topik
Bagikan