BPBD Meranti Akan Bangun Menara Pemantau Api di Tiga Kecamatan
Jumat, 5 April 2019. Waktu baca 1 menit 39 detik.
BPBD Meranti Akan Bangun Menara Pemantau Api di Tiga Kecamatan
MERANTI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti akan membangun membangun Menara Pemantau Api di tiga Kecamatan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Meranti M. Edy Afrizal Kamis (4/4/2019).
Dikatakan Edy, pembangunan akan dilakukan di Kecamatan Merabu, Kecamatan Rangsang Pesisir, dan Kecamatan Tebingtinggi Barat.
"Kita targetkan pembangunan menara Pemantau Api dilaksanakan pada triwulan kedua," ungkap Edy.
Dirinya mengatakan, pembangunan menara di tiga kecamatan ini merupakan tempat yang strategis dan cukup rawan terjadi kebakaran. Selain itu, tiga kecamatan ini juga yang bersedia menghibahkan lahan untuk pembangunan menara.
"Jadi awalnya ini merupakan proposal pengajuan dari masyarakat, dan pihak masyarakat juga bersedia menyediakan lahan untuk pembangunannya di sana," ujarnya.
Dirinya mengatakan nantinya dengan adanya menara Pemantau api ini, tindakan pencegahan atau antisipasi dini terhadap kebakaran bisa dilakukan.
"Desa sendiri sudah punya MPA (Masyarakat Peduli Api), sebagai awal nanti mereka yang akan menjadi ujung tombak pemanfaatan menara ini untuk mengantisipasi di wilayah masing-masing," ujarnya.
Dirinya mengatakan bahwa ini merupakan pembangunan menara pertama yang dilakukan di Kepulauan Meranti. Edy juga berharap bahwa pembangunan ini tidak hanya berhenti pada tiga kecamatan ini namun untuk semua kecamatan yang ada di Kepulauan Meranti.
"Idealnya ini tetap ada di sembilan kecamatan yang ada, tapi tetap nanti kita akan ajukan kembali dan melihat kesiapan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu Kasi Rehab BPBD Kepulauan Meranti, Logi Prestisa mengatakan bahwa menara ini akan dibangun setinggi 15 meter. Dengan ketinggian menara ini sudah cukup menjangkau jarak di kecamatan.
"Dengan ketinggian 15 meter ini sudah cukup untuk menjangkau wilayah sekitar, tapi kita tetap sarankan untuk masyarakat nantinya menyediakan teropong agar jarak jangkauan bisa lebih luas," ungkapnya.
Untuk pagu anggaran pembangunan menara ini Pemkab Meranti mengeluarkan anggaran sebesar Rp 120 juta tiap menara.
Sebagai informasi, terakhir wilayah Kepulauan Meranti dalam beberapa hari sebelumnya diguyur hujan. Hal ini memberikan angin segar kepada wilayah kepulauan Meranti, dimana dalam beberapa hari belakangan sudah tidak ada titik api.
Bahkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi hujan disertai angin tetap akan terjadi di sejumlah wilayah di Riau termasuk Kepulauan Meranti.(humas/019)
Kategori
Topik
Bagikan