Maksimalkan Budidaya Ikan Untuk Atasi Kemiskinan

Jumat, 9 November 2018. Waktu baca 2 menit 5 detik.
image
Maksimalkan Budidaya Ikan Untuk Atasi Kemiskinan
‎Selatpanjang – Sebagai wilayah berpulau yang dikelilingi lautan, menjadi peluang besar bagi Kabupaten Kepulauan Meranti untuk pengembangan budidaya laut atau marikultur. Potensi yang sangat besar tersebut apabila dimanfaatkan secara maksimal dapat mendorong peningkatan produksi ikan yang selama ini masih mengandalkan hasil tangkapan di alam.
 
Program budidaya ini sudah dilakukan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti.  Bahkan sudah mulai memperlihatkan hasilnya. Melalui program ini, diyakini dapat menjadi solusi dari semakin menurunnya hasil tangkap ikan dilaut.
 
Kepala Dinas Perikanan (Kadiskan) Kepulauan Meranti, Ir Anwar Zainal, Jumat, (9/11/18) siang menjelaskan, saat ini ada dua tugas wajib yang menjadi fokus mereka.  Pertama, peningkatan pelayanan. Dan yang kedua, peningkatan produksi sektor perikanan. 
 
Sementara itu, ada dua hal yang dilakukan Diskan Untuk menggenjot peningkatan sektor perikanan. Selain memaksimalkan bidang tangkap, juga mendorong budidaya secara berkelanjutan.
 
Namun dalam pengembangan potensi bidang tangkap, Anwar mengaku mulai risau akibat over fihing atau menangkap ikan secara berlebihan.
 
"Dengan pola tangkap sudah terjadi over fishing. Dalam setahun ikan yang ditangkap hampir mencapai 1.700 ton pertahun. Dan hal itu masih berpotensi terus bertambah dimasa mendatang. Makanya pola tangkap sudah tidak efektif lagi untuk menjadi andalan dalam memenuhi kebutuhan ikan secara baik. Karena kita khawatir jumlah ikan semakin terbatas," ujarnya. 
 
Menurut Anwar dalam menggenjot produksi sektor perikanan diperlukan cara lain, yakni mengandalkan sektor budidaya ikan. Mulai dari budidaya ikan air tawar, payau, hingga air laut. 
 
"Salah satu harapannya dengan memaksimalkan budidaya. Makanya saat ini kami sedang berupaya fokus kesana, dengan berangsur memigrasikan nelayan tangkap ke budidaya,” terangnya. 
 
Terlebih saat ini Kepulauan Meranti adalah daerah termiskin di Riau. Kadiskan Kepulauan Meranti itu membeberkan persentase kemiskinan masyarakat Meranti saat ini mencapai sebesar 30 pesen.
 
Walaupun dari persentase sebelumnya sebesar 42 persen mengalami penurunan, tetapi tetap saja Kabupaten termuda di Riau itu masih menjadi Kabupaten/Kota termiskin dibumi lancing kuning.
 
"Dan kantong kemiskinan disini (Kabupaten Kepulauan Meranti) berada di wilayah pesisir pantai yang notabene berprofesi sebagai nelayan," ucapnya. 
 
Untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada para nelayan tangkap agar menjadi nelayan budidaya, Ir Anwar Zainal terus berupaya membimbing mereka.
 
”Seperti belum lama ini, sebanyak 28 orang nelayan yang tersebar di setiap kecamatan di didik dan diberikan pemahaman untuk pengembangan budidaya ikan dengan polabioflok. Sebuah teknik pembiakan ikan dengan cara menumbuhkan bakteri di dalam air,” terangnya.
 
"Kita mesti optimis semua pelaku budidaya dapat berkembang dengan pola tersebut. Sehingga dapat meningkatan ekonomi rakyat yang berkelanjutan," optimisnya. (MC Meranti/Humas/Na)
 
 
 
 

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti