Konsep WFC, Solusi Perbaikan Wilayah Kumuh Kota Sagu
Senin, 7 Januari 2019. Waktu baca 1 menit 21 detik.
Konsep WFC, Solusi Perbaikan Wilayah Kumuh Kota Sagu
MERANTI - Area kumuh disejumlah kawasan di Kota Sepanjang bakal ditata dengan konsep Water Front City (WFC).
Kepala Bidang Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum Penata Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU PRPKP) Kabupaten Kepulauan Meranti, Risqiana Dani mengatakan, perlakuan Water Front City terhadap bangunan yang ada di sepanjang bibir pantai Kota Selatpanjang untuk mengatasi kawasan yang terlihat kumuh. Dimana bangunan yang ada saat ini dibangun pada zaman Bengkalis.
Proyek pengembangan kawasan itu, akan dikerjakan perlahan-lahan sambil menunggu pembehanan lainnya, seperti hak guna bangunan dinaikkan statusnya menjadi hak milik.
"Perlahan-lahan kita akan membenahi ini semua. Kedepannya, diharapkan tidak ada dapur yang menghadap ke laut lagi," kata Risqiana, Jumat (4/1/2018).
Pembenahan yang akan dilakukan juga seiring dengan penertiban bangunan yang tidak memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Terutama pada sejumlah bangunan yang berada di bibir pantai atau tepi laut.
"Ada sekitar 80 persen bangunan yang berada di tepian laut tidak memiliki IMB. Mereka baru mengurus IMB saat akan menjaminkan ke bank," ungkap Risqiana.
Untuk itu, pihaknya akan mengedukasi pentingnya IMB dan melakukan pemutihan. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.
"Kita akan lakukan edukasi apa pentingnya IMB itu melalui program pemutihan, karena potensi IMB itu sangat besar di Kota Selatpanjang. Belum bergeraknya Tim Yustisi, itu kelemahan kita," kata Risqiana lagi.
Konsep pengembangan kawasan yang berorientasi pada water front city, juga mengacu pada kondisi geografis Meranti. Sebagai daerah berpulau, tentunya banyak masyarakat mendirikan bangunan di tepi selat. Airnya cukup tenang dan menawarkan pemandangan lautan yang memesona.
Selain itu, pihaknya juga akan menyiapkan area publik di pinggir pantai untuk warga beraktivitas melepas penat. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dapat memanfaatkan area tersebut. (Humas/002)
Kategori
Topik
Bagikan