DLHK Terus Benahi Tumpukan Sampah TPA Gogok.

Selasa, 8 Januari 2019. Waktu baca 1 menit 42 detik.
image
DLHK Terus Benahi Tumpukan Sampah TPA Gogok.

MERANTI--Meski dihadapkan dengan sejumlah kendala, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Meranti, Riau terus berupaya mengatasi permasalahan sampah di Kota Selatpanjang.  

"Meski sudah over kapasitas, namun kita tetap mengupayakan seluruh sampah tetap terangkat oleh petugas setiap harinya," kata Kepala DLH Kepulauan Meranti, Hendra Putra, Senin (7/1/2019).

Menurut dia, TPA yang hanya seluas 2 hektar itu harus manampung sekitar 67 ton sampah setiap harinya. Seemua sampah itu berasal dari Kota Selatpanjang. Kondisi tersebut membuat DLH Meranti harus memutar otak agar distribusi sampah tetap lancar ke lokasi pembuangan terakhir satu-satunya di Desa Gogok tersebut.

"Agar sampah tak menumpuk, kita memanfaatkan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPU PRPKP) Meranti, untuk menata tumpukan sampah di TPA Gogok," terangnya lagi.

Selain melakukan pembakaran sampah, keberadaan alat berat tentunya sangat dibutuhkan dalam mengelola kondisi TPA. Upaya itu agar kondisi sampah tak menumpuk hingga ke pinggir jalan, seperti kejadian beberapa hari lalu. Namun, kondisi keuangan menjadi penghambat, sehingga proses peminjaman alat berat masih menjadi alternatif dalam menangani permasalahan tumpukan sampah.

"Keberadaan alat berat, seperti escavator merupakan kebutuhan yang urgent, namun terhambat kondisi keuangan," terangnya lagi.

Sisi lain, proses relokasi merupakan alternatif terbaik dalam menyikapi kondisi TPA Gogok yang sudah over kapasitas. Kendalanya malah pada sejumlah kepengurusan sehingga proses tersebut belum bisa terealisasi.

"Relokasi TPA ke Desa Kundur saat ini masih dalam proses. Mudah-mudahan di lokasi baru dengan luasan sekitar 20 hektar tersebut mampu menuntaskan permasalahan yang terjadi saat ini," harap Hendra.

Keinginan yang sama juga disampaikan Pemerintah Desa Gogok Darussalam. Keberadaan TPA di ruas jalan poros tersebut kerap menjadi keluhan warga sekitar, karena menimbulkan bau busuk.

"Kita berharap proses relokasi segera di lakukan. Pasalnya, bau yang ditimbulkan tak hanya dirasakan warga sekitar, namun juga pengendara yang melintas," terang Sekretaris Desa Gogok, Tisna Rusmana.

Dengan kondisi saat ini, ia berharap instansi terkait melakukan penataan terhadap TPA.
Sehingga, lebih rapi dan sampah tak menjorok hingga ke jalan.

"Kondisi TPA yang persis berada di jalan poros, ke depan perlu semakin ditata dengan lebih baik, apakah dari tampilannya hingga pengelolaan sampah di TPA tersebut," kata Tisna. (Humas/006)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti