Pemkab Meranti Rencana Tambah Penyertaan Modal di PT BRK
Rabu, 30 Januari 2019. Waktu baca 1 menit 53 detik.
Pemkab Meranti Rencana Tambah Penyertaan Modal di PT BRK
MERANTI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berencana menambah jumlah penyertaan modal kepada Bank Riau Kepri pada tahun ini.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Kepala Bidang Anggaran dan Perbendaharaan, Alamsyah Al Mubaraq mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai pemegang saham keempat terbesar di Bank Riau Kepri (BRK), yakni sebesar Rp. 60 miliar atau 5,72 persen akan melakukan penambahan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan nanti. Dengan modal yang dimiliki saat ini, setidaknya sudah menghasilkan deviden yang cukup besar bagi Kabupaten termuda di Provinsi Riau itu.
"Kita memang ada rencana untuk menambahkan modal pada APBD perubahan nanti," kata Alamsyah Al Mubaraq, Kamis (24/1/2019).
Dalam tujuhbtahun terakhir ini (sejak tahun 2012), total deviden yang telah diterima Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sebesar Rp 62.571.011.454 milir. Nilai tersebut bahkan telah melebihi setoran modal, yaitu sebesar Rp.60 miliar.
Dikatakan Mubaraq, Pemkab Kepulauan Meranti telah menyertakan modalnya sejak tahun 2010, dimana setoran awalnya sebesar Rp. 5 miliar. Namun, pada tahun 2011 belum bisa menerima deviden.
Untuk deviden 2012, penerimaan pembiayaan sebesar Rp 1.056.827.608, 2013 sebesar Rp 3.198.978.718, tahun 2014 sebesar Rp 7.957.160.326 tahun 2015 sebesar Rp 10.375.514.223, tahun 2016 sebesar Rp 8.984.775.436, tahun 2017 sebesar Rp15.538.260.853, dan pada tahun 2018 sebesar Rp 15.477.494.290.
Sementara itu, data dari Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti, target penerimaan bagian laba atas penyertaan modal pada PT Bank Riau Kepri untuk 2019 naik, yakni sebesar Rp 18.500.000.000.
"Sejak 2016 kita tidak lagi menambah penyertaan modal, namun deviden yang kita terima kita kembalikan ke PT Bank Riau untuk dimasukkan lagi jadi saham. Baru tahun ini kita mulai lagi," kata Mubaraq.
Anggota Komisi B DPRD Kepulauan Meranti yang membidangi ekonomi dan pembangunan, Dedi Putra mengatakan bahwa pihaknya mendukung langkah Pemkab Kepulauan Meranti, namun tetap mempertimbangkan kondisi keuangan daerah. Ia berharap, dengan penambahan modal di luar modal yang sudah ada di Bank Riau Kepri dapat menghasilkan deviden yang lebih besar lagi nantinya.
"Kami setuju saja bila Pemkab akan menambah penyertaan modalnya. Namun, yang perlu diingat, kondisi keuangan juga harus diperhatikan," kata Dedi.
Politisi Partai berlambang Kakbah itu juga mengatakan akan mengkaji ulang Perda Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti pada PT Bank Riau. Dimana pada butiran Perda tersebut tercantum penyertaan modal sampai dengan Rp.100 miliar dalam kurun waktu yang ditentukan.
"Saya melihat di dalam butiran Perda itu harus ada yang diubah, karena target penyertaan modal sampai Rp. 100 miliar itu sangat berat," ungkap Dedi. (Humas/002)
Kategori
Topik
Bagikan