Kades Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan dan Tetap Jaga Persatuan

Rabu, 27 Maret 2019. Waktu baca 2 menit 14 detik.
image
Kades Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan dan Tetap Jaga Persatuan

MERANTI - Rasa syukur dengn kondisi desa yang selalu aman dan kondusif, disampaikan Pj Kepala Desa Alah Air, Kecamatan Tebing Tinggi, Kepulauan Meranti, Bahri Royani, saat menghadiri peringatan isra mi'raj Nabi Muhammad SAW di Mushalla Al-Muawanah, Minggu (24/3/2019) malam.

Menurutnya, dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang selalu kondusif, membuat masyarakat bisa dengan tenang melaksanakan ibadah.

"Mari kita jaga kondusifitas daerah kita. Terlebih menghadapi pemilu dan melewati musim kemarau saat ini," ujarnya.

Dikatakan Bahri, saat ini Kabupaten Kepulauan Meranti sedang darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jadi, dia minta bantuan dan kerjasama warga agar di musim kemarau ini tidak melakukan aktivitas membakar.

"Jangan sembarang melakukan aktivitas membakar saat musim kemarau ini, karena bisa mengakibatkan kebakaran," pesan dia.

Bahri, mengaku tak ingin warganya ada yang terlibat kasus hukum. Karena, menurutnya pelaku pembakaran hutan dan lahan bisa dipidana sampai 15 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.

"Kalau ada rencana ingin membakar, baik lahan maupun sampah di rumah, tahan dulu, atau digali lobang lalu ditanam," pesan dia.

Bahri menyebutkan, sebelumnya di Desa Alah Air sudah ditemukan tiga titik kebakaran. Meliputi, dua titik di jalan perjuangan, dan satu titik di wilayah RW 04. Beruntung, sudah berhasil dipadamkan.

"Kalau sudah terjadi kebakaran, kita semua yang susah. Karena, mengatasi kebakaran bukan hanya tugas kepolisian atau BPBD, tapi merupakan tugas kita semua untuk menjaga lingkungan," imbuhnya.

Pelaksanaan Pemilu 2019 tak lama lagi digelar. Terlebih bagi Desa Alah Air, usai Pilpres dan Pileg dilanjutkan dengan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Bahri berharap, warganya bisa menggunakan hak pilih dengan baik, dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

"Siapapun yang menurut bapak dan ibu baik, silahkan. Yang penting, walau berbeda pilihan pendapat, jangan sampai terjadi perpecahan. Mari kita sukseskan pemilu dan pilkades di desa kita," ungkapnya.

Selanjutnya, kata Bahri, akhir Maret 2019 Desa Alah Air akan mengikutsertakan 32 peserta MTQ ke tingkat Kecamatan Tebing Tinggi di Desa Banglas Barat.

"Nanti bersama-sama kita hadir dan meriahkan MTQ tingkat Kecamatan Tebing Tinggi pada 30 maret hingga 3 april. Anak-anak kita akan berjuang di sana. Mudah-mudahan kafilah kita bisa mengharumkan nama Desa Alah Air," pungkasnya.

Isra mi'raj di Mushalla Al-Muawanah malam itu, turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kepulauan Meranti Taufiqurrahman, Pemuka Agama, Imam Masjid, Imam Musholla, serta ratusan masyarakat setempat.

Acara diisi dengan tausiyah agama oleh Ustadz Zainul Arifin, yang isi tausiyahnya menjelaskan tentang sejarah perintah sholat lima waktu.

"Bulan rajab merupakan bulan yang sangat bersejarah bagi umat islam. Karena di bulan rajab, terjadinya perjalanan nabi menerima perintah sholat lima waktu," ucapnya.

Disebutkan Ustadz Zainul Arifin, awalnya perintah sholat itu 50 waktu. Namun, Allah SWT mengerti akan kemampuan umat, sehingga dikurangi menjadi 5 waktu dalam sehari semalam.

"Meski secara praktek mengerjakan lima waktu, diantaranya dzuhur, ashar, maghrib, isya dan subuh, tapi pahalanya kata Allah tetap sama seperti mengerjakan 50 waktu," jelas dia. (humas/008)


© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti