Ingat! Ada 5 Surat Suara Saat Pemilu Nanti
Kamis, 7 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 41 detik.
Ingat! Ada 5 Surat Suara Saat Pemilu Nanti
Selatpanjang - Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, sedikit berbeda tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan itu terdapat pada surat suara yang berjumlah 5 kertas untuk calon pemilih.
Kertas suara tersebut meliputi, surat pemilu presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, anggota DPD, anggota DPRD Provinsi, dan anggota DPRD Kabupaten. Masing-masing surat suara dibedakan dengan diberikan bermacam warna.
"Untuk pemilu presiden dan wakil presiden, kertas surat suara yang dipakai berwarna abu-abu. Warna kuning untuk memilih anggota DPR RI, warna merah untuk memilih anggota DPD. Kemudian, warna biru surat suara untuk anggota DPRD Provinsi dan warna hijau adalah surat suara memilih anggota DPRD Kabupaten", kata Ketua KPU Kepulauan Meranti, Abu Hamid saat simulasi pemilu, Rabu (6/3/2019).
Menurut dia, simulasi tersebut sangat penting dilakukan guna memberikan pemahaman kepada masyarakat. Sebab, pemilu di tahun 2019 agak sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya.
"Ini sangat penting untuk disosialisasikan kepada seluruh masyarakat Meranti. Kegiatan ini digelar agar masyarakat tidak kaget. Mereka akan menyangka kok beda dengan tahun dulu. Kalau dulu ada 4 surat suara, sekarang malah lima," kata dia.
Menurut Abu Hamid, tahun 2019 ini, pelaksanaan Pemilu dan Pilpres dijadikan satu. Berbeda dengan tahun 2014, dua momen tersebut ditetapkan pada harinya masing-masing. Penggabungan itulah yang menjadikannya berbeda.
Pada kesempatan yang sama, Sekda Kepulauan Meranti, Yulian Norwis menilai, tidak semua masyarakat tahu tentang tata cara pelaksanaan pemilu yang baik dan benar. Masyarakat tentu akan dibingungkan dengan adanya 5 surat suara dan bagaimana cara mencoblos.
"Kalau masyarakat tidak tahu, nanti yang kasihan bagi pelaksana (KPPS). Saat pelaksanaan akan banyak karakter masyarakat yang memiliki hak pilih, seperti orang yang mudah panik, sakit, dan lain sebagainya. Belum lagi surat suaranya sudah berbeda jauh dengan yang lama. Jadi, bagaimana masyarakat bisa paham cara menusuknya (coblos)," terang Sekda lagi.
Dia berharap kepada penyelenggara dan seluruh pihak terkait agar dapat melakukan sosialisasi ke masyarakat. Terutama bagi Parpol yang memiliki kader dalam pemilu diberikan pemahaman dan ketentuan, agar tidak terjadi persoalan dikemudian hari.
"Dengan komitmen damai, aman dan sukses, diharapkan pelaksanaan pemilu bisa berjalan dengan baik. Hal ini juga tidak terlepas dukungan dan kerjasama semua pihak," tutur Sekda Kepulauan Meranti itu. (MC Meranti/Humas/Na)
Kategori
Topik
Bagikan