Jangan Pakai Kantong Plastik Saat Berbelanja
Selasa, 19 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 47 detik.
Jangan Pakai Kantong Plastik Saat Berbelanja
MERANTI - Kabiasaan memakai kantong plastik saat berbelanja di kedai atau pasar, ternyata merupakan kebiasaan buruk yang sampai saat ini belum bisa dihilangkan masyarakat Kepulauan Meranti.
Jika kebiasaan itu terus saja terjadi, efeknya kantong plastik tersebut akan terus menumpuk saat akan dibuang. Pada akhirnya, sampah plastik pun akan sulit diminimalisir jumlahnya, karena upaya pemusnahannya kurang optimal.
Hal kecil ini tetap jadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Jika tidak cepat diatasi, dikhawatirkan penggunaan kantong plastik akan terus menjadi permasalahan yang rumit diselesaikan.
"Sampah ini memang persoalan klasik. Dari dulu sampai sekarang memang jadi persoalan. Apalagi di Indonesia memang terkenal dengan produksi sampah plastik no 2 di dunia. Sebab, plastik sangat sulit terurai," kata Asisten II Setda Kepulauan Meranti, Drs Said Asmaruddin, Senin (18/3/2019).
Apalagi sampah plastik, kata dia, akan menjadi butiran-butiran yang akan mencemari ekosistem dan biota laut. Butiran itu nantinya akan dimakan oleh ikan.
"Ikannya kita makan, pasti akan bermasalah bagi kesehatan. Ini yang menjadi persoalan, sebab sampah plastik ini sudah menjadi masalah besar," ujarnya.
Ia menyarankan agar masyarakat Meranti
tidak lagi menggunakan kantong plastik saat berbelanja. Sebaliknya, menggunakan tas atau kantong bawaan sendiri.
"Misalkan hari ini kaum ibu-ibu belanja, plastik ini jangan dibuang, sebaiknya disimpan dan besoknya dipakai lagi. Jadi jangan belanja menggunakan kantong plastik yang diberikan pedagang, sehingga setiap harinya menumpuk. Atau buat tas sendiri dari kain," kata Said Asmaruddin.
Dia menilai upaya itu adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap persoalan sampah. Jadi, sangat penting disosialisasikan ke masyarakat, terutama yang rutin menggunakan benda yang terbuat dari bahan plastik.
"Kalau sampah lain mungkin bisa didaur ulang dan sebagainya. Tapi beda halnya dengan sampah plastik, sebab persoalan sampah ini kalau tidak diperhatikan serius, bakal semakin sulit untuk memusnahkannya. Karena ini sudah masalah darurat," terang dia.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Meranti, Hendra Putra mengakui sudah membuat formulasi pembatasan dalam penggunaan sampah agar dilaksanakan tiap OPD dan lingkungan masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir sampah, khususnya jenis plastik dalam kehidupan sehari-hari.
"Insya Allah, tahap awal kita juga sudah buat edaran bupati untuk mengatasi sampah. Untuk setiap OPD di Meranti, kita minta membuat bank sampah unit dan Dinas Lingkungan Hidup sebagai bank sampah induknya," ungkap dia, saat dikonfirmasi wartawan.(humas/005)
Kategori
Topik
Bagikan