Ampas Sagu Untuk Pakan Ternak
Selasa, 25 Desember 2018. Waktu baca 1 menit 45 detik.
Ampas Sagu Untuk Pakan Ternak
Selatpanjang - Pengolahan batang-batang sagu menjadi pati sagu menyisakan ampas yang disebut dengan repu. Bentuknya berserat dengan warna putih kekuningan. Repu ini dapat diolah kembali menjadi pakan ternak yang bergizi.
Caranya, repu yang masih basah, dikeringkan terlebih dahulu. Proses pengeringan dapat dilakukan secara manual dengan menjemurnya di bawah terik matahari. Proses ini biasa memakan waktu empat hingga lima hari saat hari cerah.
Repu yang sudah kering lalu dicampur dalam larutan gula merah (gula aren atau kelapa). Kemudian ditambahkan garam halus dan diaduk hingga merata. Takarannya, untuk satu kilogram repu, garam halus yang digunakan sebanyak dua sendok makan dan gula merah sebanyak satu ons. Takaran itu untuk satu kali makan.
"Repu hanya saya kasih saat sore dan malam. Paginya saya selingi dengan rumput," ujar Mislan, seorang peternak sapi dari Dusun Saka Tiga, Desa Batin Suir, Kecamatan Tebingtinggi Timur, (25/12/2018)
Mislan memelihara seekor sapi dari program pengembangan ternak Pemerintah Kabupaten Meranti. Awalnya, sapi yang ia dapatkan itu sangat kecil dan baru bercerai susu dari induknya. Dalam waktu enam bulan, sapi itu tumbuh besar dan sehat. Lebih berkembang jika dibandingkan dengan sapi-sapi yang dipelihara warga lain dari program yang sama. Rahasianya apa? Racikan repu tadi.
Mislan mendapat ide menggunakan repu sebagai pakan ternak itu usai mengikuti pelatihan dari Dinas Pertanian, Peternakan, dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Kepulauan Meranti. Informasi awal, repu itu dicampur dengan ragi.
"Tapi setelah saya coba, cara itu tak berhasil. Sapi tidak mau makan," ungkapnya.
Mislan tidak putus asa. Ia pun ingat, pelatihan itu juga menyebutkan bahwa sapi juga membutuhkan gula dan garam untuk pertumbuhan. Jadilah Mislan berkreasi menghasilkan racikan repu yang lezat bagi sapi.
"Tidak ada sakit perut selama saya kasih repu. Kalau sakit terlihat dari kotorannya, kotorannya cair," kata pria yang didapuk menjadi Ketua Kelompok Ternak Suir Bestari tersebut.
Selain rumput dan repu, Mislan juga memberi makan sapinya dengan batang dan tunggul sagu yang ditinggalkan para penebang. Caranya hampir sama. Umbi sagu tersebut dipotong lalu diparut hingga halus. Kemudian dicampur dengan gula dan garam.
"Repu ini tidak beli, tinggal minta. Berapa sanggup, ambil saja. Biasanya, sekali turun saya bisa bawa tiga karung 50 kilogram," pungkasnya. (MC Meranti/Humas/Na)
Kategori
Topik
Bagikan