Festival Perang Air Akan Pecahkan Rekor MURI dan Berpeluang Masuk CoE WI

Jumat, 1 Februari 2019. Waktu baca 2 menit 54 detik.
image
Festival Perang Air Akan Pecahkan Rekor MURI dan Berpeluang Masuk CoE WI

MERANTI - Festival Perang Air tahun 2019 di Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Provinsi Riau yang bersamaan dengan perayaan Imlek, dipastikan lebih menarik dari sebelumnya. Event yang baru saja meraih Anugerah Pesona Indonesia tahun 2018 kategori pariwisata terpopuler di Indonesia itu, juga bakal memecahkan rekor MURI.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan 2 (Disparpora) Kepulauan Meranti Rizki Hidayat SSTP, MSi didampingi Kepala Bidang Pariwisata, Indra Yuni SH, kepada sejumlah wartawan mengatakan, setidaknya ada beberapa kategori yang diajukan. Selain rekor peserta terbanyak, juga rekor waktu terlama dan kategori perang air yang menggunakan kendaraan terunik, yakni becak motor.

"Ada tiga kategori yang sudah kita ajukan ke MURI dan sudah disetujui, tinggal menunggu konfirmasi dari kita melalui surat resmi. Perang Air di Kepulauan Meranti ini tergolong unik, dan belum ada di daerah lain di Indonesia. Untuk itu, akan segera kita dipatenkan," kata Rizki.

Menurut dia, Festival Perang Air di kota yang berjuluk Kota Sagu ini, dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan pengunjung. Tahun 2018 lalu tercatat pengunjung iven tersebut 22.258 wisatawan lokal dan mancanegara. Dimana jumlah wisatawan mancanegara mencapai 3.589 orang dan wisatawan nusantara sebanyak 18.669 orang.

"Pada Festival Perang Air tahun ini, kita akan undang langsung pihak Kementrian Pariwisata dan Ketua Wonderful Indonesia untuk datang ke sini," kata Rizki.

Dia berharap, event Perang Air dapat memberikan output positif bagi perkembangan pariwisata di Kepulauan Meranti. Sehingga, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan tingginya angka perputaran uang di masyarakat serta menggairahkan industri pariwisata di  Meranti yang memang terus digaungkan pemerintah daerah.

"Jika pariwisata kita maju, maka efeknya langsung bisa dirasakan masyarakat. Pelancong yang datang ke Meranti juga perlu belanja dan 7," tambah dia.

Mantan Camat Tebingtinggi itu juga mengharapkan dukungan semua pihak, baik yang terlibat maupun tidak secara langsung.  Dia mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban Selatpanjang dan sekitarnya.

"Dukungan dari semua pihak sangat kita harapkan. Dengan begitu, Wisman yang datang tetap merasa aman dan nyaman," harap Rizki.

Meski pelaksanaan event Perang Air bersamaan dengan perayaan Imlek, kata Rizki, iven ini bukan sebuah ritual agama.
Hal ini perlu dipahami agar tidak ada kecemburuan dari berbagai pihak, suku dan agama.

"Iven ini murni dari kebiasaan masyarakat kita di Meranti dalam menyambut hari-hari besar. Kebetulan saja bersamaan dengan Imlek. Kita juga menghimbau kepada pelaku-pelaku usaha rumah makan dan perhotelan agar tidak menaikkan harga saat kegiatan perang air nanti. Takutnya ada oknum-oknum yang memanfaatkan moment ini," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata, Indra Yuni SH mengatakan, untuk menyukseskan event ini, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi serta menyamakan persepsi kepada semua pihak.
Bahkan, target yang harus dicapai setelah rekor MURI adalah 100 Calendar of Event (CoE) Wonderful Indonesia.

"Saat ini Festival Perang Air masuk kedalam kalender pariwisata Cros Border atau berada di lapis kedua. Selanjutnya, kita akan mentargetkan akan masukkan ke dalam Calendar of Event," kata Indra Yuni.

Untuk masuk kedalam tahap selanjutnya, kata Indra Yuni, bukan tanpa alasan. Aalagi event ini sudah mendapatkan dukungan dari Provinsi dan Kementrian Pariwisata.

Untuk masuk kedalam Calendar of Event (CoE) Wonderful Indonesia (WI), juga harus melalui kurasi yang kuat. Event daerah yang masuk dalam daftar tersebut menjadi prioritas Kemenpar untuk menjaring lebih banyak wisatawan.

Kepulauan Meranti termasuk daerah yang paling konsisten menggelar event itu. Terlebih, semuanya dikemas dengan apik yang berpotensi mendatangkan wisatawan.
Agar semakin meriah, Festival Perang Air 2019 nantinya akan dipadukan bersama rangkaian kegiatan kesenian, yakni Meranti Night Carnival (MNC).


MNC akan digelar di Taman Cikpuan, Jalan Merdeka Selatpanjang. Kegiatan yang dimulai 5-10 Februari 2019 ini akan menampilkan food center point souvenir atau handycraft, night market, pentas seni, live musik, stand up comedy, dan thalk show. (Humas/002)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti