Direncanakan Bangun Tambak Udang di Alai
Jumat, 22 Februari 2019. Waktu baca 1 menit 39 detik.
Direncanakan Bangun Tambak Udang di Alai
MERANTI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, Provinsi Riau berencana membangun tambak udang. Dimana budidaya ini akan ditempatkan di Desa Alai, Kecamatan Tebingtinggi Barat.
Pembangunan tambak udang dinilai sangat ekonomis, mengingat besarnya permintaan pasar. Salain itu langkah tersebut juga diharapkan dapat menjadi stimulus tumbuhnya kelompok budidaya disana.
Seperti yang jelaskan Kabid Budidaya Dinas Perikanan Kepulauan Meranti, Ishak, Kamis 21/2/2019). Ia mengatakan rencana tersebut akan mulai diwujudkan dengan melakukan pembebasan lahan seluas 5 hektar.
"Luas lahan yang dibutuhkan sebesar lima hektar. Tahun ini akan dilakukan pembebasan lahannya,” ujarnya.
Jika lahan sudah tersedia, maka akan diajukan pembangunan tambaknya pada tahun 2020 mendatang. Dimana usulan pembangunan akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Kita optimis bisa terwujud. Karena program iini sangat baik dalam rangka memicu peningkatan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Lebih jauh, Ishak mengakui bahwa Jenis udang yang akan dibudidayakan ini nantinya adalah jenis Vaname. Dimana undang jenis ini memiliki permintaan yang tinggi di Pasar. Terutama diwilayahProvinsi Kepulauan riau (Kepri) dan sejumlah Negara tetangga.
"Tinggi permintaannya. Dan langkah ini untuk mengakomodir besarnya target perminataan pasar yang ada di Batam, Singapura, dan Malaysia. Satu kilogram saja, Rp 65 ribu dengan ukuran 60 ekor setiap kilogram nya," ungkapnya.
Sebelumnya, Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan Nasir MSi menerangkan, keinginannya untuk mengedepankan pola budidaya tidak bisa ditarik ulur. Untuk itu dalam pengembangan sektor budi daya ikan hendaknya bisa berkembang dengan pesat. Terlebih kepada nelayan.
Meski telah menggelontorkan anggaran yang cukup besar terhadap upaya tersebut, ia mengaku masih prihatin terhadap nasib nelayan Meranti yang masih jauh dari kata sejahtera.
Untuk itu Bupati menilai perlunya program bersama untuk mewujudkan keiinginan tersebut. Terlebih lagi, saat ini potensi perikanan laut Meranti semakin berkurang, sementara jumlah nelayan semakin banyak.
"Memang, jika para nelayan masih berkutat menangkap ikan saja, maka kesejahteraan nelayan sulit diwujudkan. Untuk itu kita himbau adanya pengalihan pola. Jika saat ini mayoritas nelayan menjadi nelayan tangkap, kedepan dapat beralih menjadi nelayan budidaya atau pengolah hasil perikanan, "ujarnya. (humas/003)
Kategori
Topik
Bagikan