Ingat! Visi Meranti Jadi Bandar Niaga
Minggu, 17 Maret 2019. Waktu baca 2 menit 5 detik.
Ingat! Visi Meranti Jadi Bandar Niaga
MERANTI – Saat terpilih menjadi Bupati Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, pada periode ke dua pada tahun 2015 lalu, Drs H Irwan MSi menetapkan Visi dan Misi. Dimana, akan menjadi acuan dalam pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam lima tahun.
Ia menegaskan bahwa Visi Meranti bagaimana menjadi Bandar Niaga yang unggul. Hal itu sesuai dengan karakteristik daerah dan kondisi geografis.
“Ingat, Visi daerah kita adalah menjadi Bandar Niaga yang unggul. Jadi program-program yang diusulkan harus mengarah kesana,” ingat dia.
Irwan menjelaskan, letak geografis Kepulauan Meranti sangat strategis. Posisinya berada diantara pertemuan Sungai Siak (muara) dan Sungai Kampar. Disisi lain berada ditepi Selat Melaka.
“Dari sisi letak, daerah kita sangat strategis. Apalagi, dimasa lalu juga pernah jaya dalam bidang perdagangan,” katanya.
Oleh sebab itulah, dalam dua periode kepemimpinannya sebagai Kepala Daerah di Kepulauan Meranti Visi yang ditetapkan yakni menjadikan Meranti sebagai Bandar Niaga yang unggul. Walaupun belum tercapai sesuai target, namun ia akan terus fokus.
“Sejak awal kita terus fokus untuk menjadikan Meranti sebagai Bandar Niaga. Selain fokus mempersiapkan infrastruktur dasarnya, juga fokus melobi kebijakannya hingga ke Pusat,” kata dia.
Namun hingga kini dari sisi kebijakan, masih belum didukung oleh Pemerintah Pusat. Karena menurutnya agar Perdagangan bisa kembali bangkit, beberapa kebijakan lintas batas harus direvisi. Sehingga bisa kembali bergairah dan membuat Meranti lebih cepat maju.
“Sebelum Kota Batam maju seperti saat ini, Kota Selatpanjang sudah lebih dulu maju. Terutama dalam perdagangan. Namun setelah perdagangan, kita dibatasi membuat kita sulit berkembang. Sementara, Batam yang menjadi daerah perdagangan bebas melejit dan bahkan sudah mengalahkan Pekanbaru sebagai Ibukota Provinsi Riau. Momentum kebangkitan Batam terjadi setelah Batam ditetapkan sebagai kawasan bebas dan dengan pembangunan berbagai fasilitas pendukung,” katanya.
Makanya, ia mengingatkan agar seluruh OPD bisa benar-benar memahami persoalan daerah dan bisa membuat program untuk mengantisipasinya. Salah satu upayanya, bagaimana mempersiapkan berbagai program untuk mendukung Meranti menjadi Bandar Niaga. Bisa dalam bentuk infrastruktur.
“Kita harus bisa bangkit. Infrastruktur pendukung untuk menjadikan Meranti sebagai Bandar Niaga harus dilakukan. Seperti membangun pasar, jalan, jembatan, pelabuhan dan sarana lainnya,” imbuhnya.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasym menambahkan, dulu orang-orang dari Selatpanjang terkenal diluar sebagai orang yang sukses dalam bidang perdagangan. Bahkan disegani.
“Pada tahun 70-an, orang yang berasal dari Selatpanjang pasti dinilai sebagai orang sukses. Tapi saat ini hal itu tidak terjadi lagi. Makanya, mari kita bangkitkan perdagangan kita,” ajaknya saat membuka acara Fokum SKPD beberapa hari lalu. (humas/017)
Kategori
Topik
Bagikan