Sagu Mutiara Juga Menjadi Pilihan Terbaik Bagi Pendiet
Senin, 11 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 41 detik.
Sagu Mutiara Juga Menjadi Pilihan Terbaik Bagi Pendiet
MERANTI - Diet jelly adalah salah satu cara cepat menurunkan berat badan tanpa perlu repot. Orang yang sedang diet hanya perlu memperbanyak konsumsi jelly atau agar-agar selama menjalani proses tersebut.
Namun harus diketahui bahwa tidak semua jelly bisa memiliki dampak signifikan dalam menurunkan berat badan dan kesehatan tubuh. Solusi terbaik, adalah mengkonsumsi jelly sagu asal Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.
Di Meranti masyarakat menyebutnya sagu mutiara. Dari hasil kajian kerjasama yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) RI, secara garis besar sagu mutiara dapat memberikan efek dalam kesehatan tubuh.
Efek mengenyangkan, tetapi tidak membuat gemuk.
Seperti diinformasikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, (Disperindagkop-UKM) Kepulauan Meranti, Mohammad Aza Fahroni.
"Keunggulannya secara garis besar dapat mencegah sembelit serta mencegah resiko kanker usus. Tidak cepat meningkatkan kadar glukosa dalam darah (indeks glikemik rendah) sehingga dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus," katanya.
Selain itu potensinya terhadap kesehatan tubuh, sagu mutiara yang sepenuhnya diproduksi dengan berbahan dasar sagu tersebut memiliki serat yang tinggi. Sehingga membuat orang yang mengkonsumsi merasa lebih lama kenyangnya.
Menyikapi dampak baik tersebut, terlebih atas tingginya estimasi permintaan, dalam waktu dekat Pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Meranti akan memproduksi sagu mutiara dalam jumlah yang besar.
"Mudah mudahan akhir tahun ini sudah diproduksi secara massal. Kita mau sagu ini memang hadir di pasar nasional. Makanya kita tidak mau ketinggalan," sebutnya.
Perekayasa di Pusat Teknologi Agroindustri (PTA), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) RI Bambang Hariyanto menjelaskan, sagu memiliki kandungan karbohidrat yang sangat tinggi.
Sehingga makanan berbahan dasar sagu tidak memiliki efek negatif bagi usus. Jika dibandingkan dengan terigu yang kaya protein dan lemak yang memiliki sifat mengembang.
Sagu, kata Bambang, mengandung resisten starch yang bisa bertahan lama di usus. "Karena itu, sagu dapat menjadi probiotik yang berguna untuk melancarkan pencernaan," tambahnya.
Bahkan, dia melanjutkan, manfaatnya akan terasa bagi para penderita diabetes sekalipun. Dari segi keawetan pun lebih lama dibanding panganan terigu jika disimpan dengan kadar air sama. (humas/003)
Kategori
Topik
Bagikan